Senin, 27 Juni 22

Hindari Potongan Dana, Mensos Kenalkan Program e-Warung

BOGOR –  Program layanan Electronic-Warung Gotong Royong (e-Warung) Program Keluarga Harapan (PKH) dikenalkan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa di Lebak Kantin, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (23/8/2016).

Warung elektronik merupakan program untuk melayani peserta PKH berbentuk koperasi. Kementerian Sosial menggandeng perbankan dalam sistem teknologi informasi dan manajemen keuangan. Perbankan juga menyiapkan sistem dan piranti untuk mendukung proses transaksi non tunai.

“Dengan e-warung ini proses penjangkauan bisa lebih mudah dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Sementara, yang menerima e-warung ini baru mereka yang mempunyai kartu,” kata Menteri Khofifah menjelaskan.

Dengan proses transaksi non tunai, katanya, akan mencegah penyelewengan atau pemotongan dana bantuan. Selain itu disiapkan single card sehingga keluarga miskin tak mengantongi banyak kartu, cukup satu kartu untuk beragam transaksi. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya inflasi akibat penarikan uang secara bersamaan.

“Peserta bisa tarik tunai atau membeli kebutuhan pokok. Setiap satu warung idealnya 1000 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). Warung ini payung hukumnya adalah koperasi. Pada bulan September nanti, merupakan pencairan ke tiga, ambilnya di anjungan tunai mandiri (ATM) BNI, BRI, BTM dan Mandiri dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai penganti kartu PKH,” tuturnya disela acara.

Mendatang, sambungnya, pengembangan program e-Warung ini akan terus diperluas. Jumlah e-Warung akan ditambah sehingga targetnya sebanyak 300 e-Warung dapat tersebar di seluruh Indonesia.

Rencananya warung elektronik diterapkan di 34 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Tahun depan akan menjangkau 130 Kabupaten/Kota di seluruh nusantara. Tahun ini disalurkan dana PKH sebesar Rp 12,5 trilun untuk 6 juta jiwa. Menteri Khofifah pada saat itu juga menyerahkan bantuan untuk program rumah tidak layak huni dan keluarga harapan kepada Walikota Bogor dengan jumlah Rp1,45 miliar. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait