Sabtu, 3 Desember 22

Hindari Ambruk, Truk dan Bus Dilarang Melintasi Jembatan Sempur

BOGOR – Setelah diketahui Jembatan Sempur di Jalan Jalak Harupat, Kota Bogor berpotensi ambruk, terhitung mulai hari ini, Rabu (6/4/2016), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang kendaraan dengan tonase besar, seperti truk dan bus melintas. Sebab, adanya penambahan volume kendaraan selama masa uji coba Sistem Satu Arah (SSA) berpotensi membuat jembatan ambruk karena di beberapa bagian konstruksinya ada keretakan dan badan jalan jembatan mengalami penurunan 21 cm. ”

“Selama uji coba SSA di seputar Kebun Raya Bogor, semua kendaraan berat melebihi delapan ton dilarang melintasi Istana Bogor. Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya kendaraan roda empat dan roda dua, sedangkan kendaraan berat melebihi delapan ton tidak boleh lewat,” tukas Sekretaris Daerah Kota (Sekdaakot) Bogor, Ade Sarip Hidayat kepada indeksberita.com.

Kebijakan larangan itu, sambungnya, karena kondisi konstruksi Jembatan Sempur rawan ambruk. Pemkot Bogor melalui DLLAJ, dibantu petugas Polres Bogor Kota akan memasang rambu peringatan di simpang Ciawi, Sukasari dan Terminal Barangsiang.

“Kendaraan berat yang mengarah ke Jalan Soleh Iskandar dari arah Ciawi atau dari Sukasari akan dialihkan menggunakan jalur Tol Jagorawi-Tol Bogor Outer Ring Road,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bogor, Sudraji sudah memberikan peringatan rawannya Jembatan Sempur dilintasi kendaraan berat.

“Jembatan Sempur sangat mengkhawtirkan bila dilewati kendaraan bertonase berat. Berbahaya,” paparnya.

Menurut Sudraji, sedikitnya dibutuhkan anggaran senilai Rp. 25 miliar untuk perbaikan jembatan yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu.

“DED-nya sudah ada, tinggal anggarannya saja nanti untuk tahun 2017. Karena itu kami butuh bantuan dari dewan,” kata Sudraji. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait