Kamis, 6 Oktober 22

Hendrawan Supratikno: Selaku Ketua Bapilu DPP PDIP, Tugas Bambang DH sangat Berat

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, menegaskan bahwa posisi Bambang di DPD PDI-P DKI Jakarta hanya sebatas pelaksana tugas (Plt). Padahal, Bambang DH punya tanggung jawab dan tugas yang sangat banyak, karena definitif menjabat selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) di DPP PDI-P.

Hendrawan sekaligus menepis pendapat bahwa keputusan mencopot Bambang Dwi Hartono tidak berkaitan dengan sikapnya yang getol menolak pencalonan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dari PDI-P pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Di sisi lain, Ia mengingatkan, sesuai ketentuan undang-undang dan peraturan terkait lainnya, pendaftaran calon atau pasangan calon yang diusung partai politik dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) hanya sah bila dilakukan oleh ketua dan sekretaris definitif.

“Tugas-tugas desk pilkada yang dipimpinnya sangat banyak. Selain itu, untuk pendaftaran Paslon harus ketua dan sekretarif definitif,” kata Hendrawan lewan pesan pendek kepada indeksberita.com, Selasa (30/8/2016), di Jakarta.

Selanjutnya Hendrawan mengatakan, partainya sedang intensif menggodok pencalonan untuk 101 Pilkada serentak pada Februari 2017 nanti. Hingga saat ini, sambungnya, pembahasan itu baru rampung sekitar 70 persen.

Anggota Komisi XI DPR itu menambahkan, mengingat waktu pendaftaran calon yang semakin dekat, kondisi tersebut jelas memerlukan fokus perhatian dari Bambang DH dalam kapasitasnya selaku ketua Bapilu DPP PDI-P.

“Dari 101 pilkada serentak pada Februari 2017, masih sekitar 30%  yang pasangan calonnya terus dibahas. Ini memakan waktu, sehingga mas Bambang sangat sibuk,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung mengenai perkiraan waktu pengumuman calon gubernur PDIP untuk Pilkada Jakarta, Hendrawan mengatakan PDIP bisa mencalonkan calonnya tanpa harus berkoalisi sehingga punya keleluasaan waktu, termasuk memberi kejutan.

“Bagaimana kalau beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup, agar lebih dramatis dan mengundang efek kejut,” katanya.

Selain itu, sambungnya, posisi politik seperti itu juga memungkinkan PDIP untuk mencermati manuver partai-partai politik lainnya.

“Itulah kenyamanan parpol yang kursinya cukup untuk mengusung (calonnya) sendiri. Parpol tersebut penya keleluasaan untuk melihat langkah-langkah parpol lainnya,” pungkas Hendrawan.

 

 

 

 

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait