Selasa, 5 Juli 22

Hendrawan Supratikno Sebut Djarot Antitesis Ideal Ahok

Sifat dan karakter kepemimpinan Djarot Saiful Hidayat yang saat ini menjabat selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta, merupakan antitesis ideal untuk Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Penilaian itu diungkapkan Ketua DPD PDI-Perjuangan Hendrawan Supratikno terkaitĀ  pencalonan kembali Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Menurut dia, Djarot merupakan sosok yang memiliki sifat berseberangan dengan Basuki atau Ahok. Namun, justru itulah yang membuat keduanya menjadi pasangan yang ideal.

“Pasangan yang ideal adalah yang satu tesa, satu lagi antitesis-nya,” ujar Hendrawan dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (3/9).

Ahok, menurut Hendrawan, merupakan sosok yang meledak-ledak dan terbuka dan punya spontanitas tinggi. Sifatnya itu seringkali disalahpahami oleh banyak kalangan.

Hendrawan menilai mayoritas pengagum Ahok berasal dari kalangan usia 30 tahun ke bawah. Sebab, banyak generasi muda yang muak dengan politisi santun namun korupsi.

“Tapi Pak Djarot ini antitesisnya. Dia lebih banyak mendengar, kalem,” ujar Hendrawan.

Menurut dia, Djarot lebih banyak mendapat simpati dari warga Jakarta yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas. Sebab, mereka dinilai lebih senang mendengarkan Djarot yang tidak bersuara terlalu “kencang”.

“Nah kalau keduanya dikombinasikan itu sama dengan pedal dan rem. Kapan kita gunakan pedal dan kapan gunakan rem,” ujar Hendrawan.

Mengenai calon yang akan diusung PDI Perjuangan dalam, DKI 2017, Hendrawan meminta semua pihak untuk menunggu keputusan final soal itu.

Hingga saat ini DPP PDI-P masih menggodok pencalonan itu dan diperkirakan bakal diumumkan dalam waktu dekat sebelum tenggat waktu masa pendaftaran calon. PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai di DKI Jakarta yang bisa mengusung cagub dan cawagub sendiri tanpa koalisi dalam Pilkada DKI 2017. Partai ini memiliki 28 kursi di DPRD Provinsi DKI Jakarta.

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait