Senin, 27 Juni 22

Hendardi : Tindakan Intimidasi Saat CFD Adalah Kemunduran Demokrasi

Kejadian tindakan intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok orang berkaos #2019GantiPresiden terhadap seorang wanita berkaos #DiaSibukKerja dan anaknya, yang terjadi saat Car Free Day (CFD) di Jakarta 29 April 2018 lalu telah menyita perhatian publik. Apalagi kasus intimidasi saat CFD tersebut, sebenarnya bukan hanya dialami oleh ibu dan anaknya tersebut, juga dialami oleh beberapa orang lain yang mengenakan kaos bertulisan #DiaSibukKerja.

Ketua SETARA Institute Hendardi menilai bentuk Intimidasi apapun yang dilakukan adalah sebuah tindakan yang berlawanan dengan hukum yang mesti harus dipertanggungjawabkan. Lebih lanjut Hendardi mengungkapkan bahwa Intimidasi adalah bentuk kemunduran dari demokrasi.

Menurut Hendardi, setiap warga negara mendapatkan jaminan peraturan perundang-undangan untuk mengekspresikan pandangannya termasuk preferensi politiknya secara bebas. Intimidasi terhadap sesama warga disebabkan oleh perbedaan pilihan dan afiliasi politik nyata-nyata mengancam salah satu kebebasan sipil paling dasar yang dijamin konstitusi.

“Dalam kaca mata hukum, persekusi dan tindakan intimidasi demikian merupakan tindakan melanggar hukum yang dapat dimintakan pertanggungjawaban sesuai mekanisme hukum pidana,” ungkap Hendardi dalam keterangan tertulisnya kepada indeksberita.com ,Senin (30/4/2018).

Dikatakan Hendardi, melihat konteks peristiwa tersebut, pemerintah daerah dan aparat kepolisian hendaknya melakukan tindakan presisi untuk mencegah berulang dan maraknya intimidasi terhadap sesama warga karena perbedaan pilihan politik.

“Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur harus mengevaluasi secara adil penggunaan CFD dan ruang publik lainnya untuk kegiatan kampanye politik,” tegasnya.

Selain itu, setelah peristiwa intimidasi yang terjadi kemarin, aparat hendaknya melakukan tindakan polisional yang lebih memadai untuk melakukan pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang dan meluas.

“Aparat kepolisian dapat mengambil tindakan hukum, mulai dari pembinaan hingga penangkapan, untuk memberikan efek jera dan mengantisipasI kerawanan di tahun politik elektoral 2018 dan 2019,” pungkasnya.

Terungkapnya aksi Intimidasi saat CFD sendiri berawal dari video berdurasi 2 menit 26 detik berisi rekaman dugaan tindakan intimidasi terhadap komunitas #DiaSibukKerja yang dilakukan komunitas #2019GantiPresiden, viral di media sosial.

Dalam video itu terekam seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Susi Ferawati dan anak laki-lakinya dikerumini sekelompok pria berkaos hitam bertuliskan #2019gantipresiden tersebut . Dalam video tersebut terekam jelas Susi Ferawati disoraki,dimaki, disodori uang yang membuat sang anak menangis karena ketakutan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait