Jumat, 9 Desember 22

Helmy Fauzy: “Mesir itu Negara Besar dan Penting”

“Saat Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Mi’raj dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Nabi Muhammad sempat bertanya kepada Malaikat Jibril, “Tempat apakah yang bercahaya di bawah sana?” “Itu Mesir,” jawab Malaikat Jibril.

Kalimat di atas bukan disampaikan oleh seorang uztad atau ulama pada acara keagamaan di sebuah televisi, tetapi dikisahkan oleh Helmy Fauzy. Minggu (27/3) Helmy mengadakan acara perpisahan dengan kalangan aktivis dan kawan se almamater Unpad. Ia akan segera menempati penugasan baru di Kairo sebagai Duta Besar RI untuk Republik Arab Mesir. Menurutnya, Mesir adalah negara penting bagi Indonesia. Di sana ada semua atase karena itu stafnya banyak.

Setelah Presiden Joko Widodo menunjuk Helmy sebagai Duta Besar di Mesir, publik banyak mengaitkan dengan aktivitas Helmy sebagai relawan di Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi). Bahkan ada yang mengatakan Jokowi membagi jatah balas budi untuk relawan yang tak kompeten sebagai duta besar.

Tentu saja sebagian pernyataan tak berdasar. Karena itu pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Juru Bicara Presiden Johan Budi mencoba meluruskan pandangan yang keliru itu. Tak benar Helmy tidak kompeten.

Pramono Anung menjelaskan kepada media massa bahwa cita-cita Helmy bukan relawan. “Helmy dari dulu memang keinginannya menjadi duta besar, bukan menjadi relawan. Bahwa kemudian ia menjadi relawan membantu presiden memenangkan itu bagian yang kecil saja,” ujar Pramono (26/2/2016). Helmy dipilih  karena faktor pengalaman dan kedekatannya dengan Presiden Jokowi. Ia sebelumnya adalah anggota Komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri. “Dubes ini kan perwakilan Presiden di luar negeri, selayaknya memiliki kedekatan dengan Presiden,” ucapnya.

Helmy FauzyHelmy sendiri kepada media mengatakan, yang terpenting adalah seorang dubes harus memiliki pengalaman berdiplomasi. Ia merasa memiliki pengalaman tersebut saat menjadi anggota DPR RI. Dengan jabatan barunya ini, Helmy ingin mengangkat isu deradikalisasi dengan Mesir dan negara Timur Tengah lainnya. Ia ingin memastikan tidak ada warga negara Indonesia di Mesir yang bergabung dengan kelompok radikal. “Jangan sampai ada yang mengarah pada radikalisasi, apalagi mengarah pada tindakan kekerasan,” tutur Helmy.

Penunjukan Helmy sebagai Duta Besar Mesir sungguh istimewa, karena negara paling utara di Bena Afrika itu memiliki hubungan historis yang spesial dengan Indonesia. Mesir merupakan salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945. Selain itu, Mesir merupakan salah satu negara penyokong Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang digagas Presiden Sukarno pada 1955.

Di Mesir banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memperdalam agama Islam dan filsafat agama. Lebih unik lagi, masyarakat Mesir biasa menyebut buah mangga sebagai “buah Sukarno”. Bibit pohon mangga yang dihadiahkan oleh Presiden Sukarno kepada Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser bisa tumbuh subur di Negeri Seribu Menara itu.

Seperti ditulis Makarim Wibisono dalam buku “Mr. Ambassador: Dari Wartawan Foto Menjadi Duta Besar” diplomasi adalah seni berunding dalam mencapai tujuan politik luar negeri. Politik luar negeri di satu pihak adalah mengenai hal-hal yang menyangkut what to do, di pihak lain diplomasi adalah menyangkut hal-hal yang bertalian dengan how to do. Oleh karena itu banyak orang percaya diplomasi bukan ilmu pengetahuan atau science sehingga sulit dipelajari secara akademik.

Selamat bertugas Pak Dubes Helmy Fauzy!

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait