Rabu, 18 Mei 22

Hasto Kristiyanto: PDI Perjuangan Segera Tentukan Pasangan Cagub Setelah Pemetaan Politik Selesai

Meski beberapa nama sudah mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Jawa melalui PDI Perjuangan, namun hingga kini belum ada pasangan calon yang diputus oleh partai tersebut. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, bahwa partainya belum menentukan siapa calon, karena partai masih melakukan konsolidasi internal yang sudah pada pemetaaan politik tahap akhir.

“Nanti apada awal Agustus, akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (Fit and proper test), terhadap mereka nama-nama bakal calon yang sudah mendafatar, “ kata Hasto, saat menghadiri konsolidasi DPC hingga Ranting PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Ahad (30/7/2017).

Masih kata Hasto, hal tersebut sangat penting karena menyangkut kepentingan rakyat banyak. Seorang calon gubernur dan calon wakil gubernur, lanjut Hasto, harus diketahui aspek kelayakan dalam kepemimpinan dan personaliti menyangkut track record  yang dikerjakan selama ini.

“Termasuk itu, kemampuan menyelesaikan masalah (ini sangat penting), serta daya juang dalam memimpin dan membangun harapan masyarakat Jawa Timur. Kemungkinan Agustus ini sudah muncul nama,” ucap Hasto.

Selain itu, untuk meraih kemenangan calon yang diusung partainya dalam pemilihan kepala daerah rencana akan digelar 27 Juni 2018 mendatang. Hasto, tidak menutup bahwa pihaknya terus membangun komunikasi intens dengan kalangan nahdliyin (Nahdlatul Ulama).

“Karena bicara Jawa Timur tidak lepas dari kultur nahdliyin. Makanya kami juga meminta masukan dari NU untuk mengerucutkan nama calon yang kita rekomendasikan untuk  pemilihan gubernur Jawa Timur,” kata Hasto.

Sementara itu, pada kesempatan sama Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sri Untari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari mengatakan, pada tahapan selanjutnya, enam orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon kan segera diputus sebagai calon.

Enam nama itu kata Sri, adalah Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Budi Sulistiyono alias Kanang (Bupati Ngawi), Handoyo (Ketua Projo Jawa Timur), serta Said Abdullah (anggota DPR dari PDIP).

Namun dari enam nama tersebut, satu orang tidak mengembalikan formulir. “Yang tidak mengembalikan formulir, Pak Said Abdullah. Jadi ada lima nama yang kita kirim ke DPP untuk diuji kelayakannya” ucap Sri Untari.

Berita Terbaru
Berita Terkait