Selasa, 16 Agustus 22

Hasil Survey Membuat Djarot Tambah Semangat

Kendati hasil lembaga survey menempatkan calon Wakil Gubernur pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di posisi dua, hal itu tak membuat Djarot patah semangat dan menanggapinya wajar-wajar saja. Hasil survey tersebut justru melecut semangatnya untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Seperti diketahui, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, pada 24 November lalu menyatakan elektabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebesar 26,2 persen, dibawah Agus-Sylvi yang 30.4 persen. Sementara pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno meraup 24,5 persen suara responden.

Sedangkan jumlah responden yang belum menentukan pilihannya sekitar 18,9 persen.

Selanjutnya, pada Minggu, 27 November, lembaga survei Poltracking mencatat elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 22 persen, dibawah pasangan Agus-Sylvi dengan tingkat elektabilitas sebesar 27,92 perse. Sedangkan Anies-Sandi sebesar 20,42 persen. Sebanyak 29,66 persen responden menyatakan tidak tahu.

“Ya enggak apa-apa to, ra po po. Berarti kita harus turun ke bawah. Nanti kan naik sendiri. Nanti Januari naik sendiri,” kata Djarot di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Mengenai adanya swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan ada di antara 18 hingga 29 persen, Djarot mengatakan tidak ada strategi khusus untuk menarik suara swing voters ke pasangan calon nomor urut dua.

“Enggak ada. Jalan saja. Saya yakin mengalir saja,” ujarnya. Mantan Wali Kota Blitar ini┬ájustru melihat dukungan kepada Ahok dan Djarot semakin hari semakin meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah pendukung yang datang ke Rumah Lembang.

“Kalau kita lihat, misal di rumah lembang ini indikasinya semakin hari, kita semakin enggak menurun,” paparnya.

Dengan semakin banyaknya dukungan yang diberikan warga, menandakan kehadiran Ahok dan Djarot sangat dibutuhkan warga Jakarta.

“Kemudian kita lihat dukungan mereka, sampai mereka mau bergotong royong itu menandakan Ahok-Djarot sangat dibutuhkan. Sangat diperlukan untuk program-program kita. Mereka banyak berharap. Berarti kalau orang sudah mulai beli baju, artinya mereka banyak berharap betul, dan yakin pada kita. Bahwa kita suatu ketika nanti akan naik, kita tunggu saja tanggal 15 Februari,” uraainya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait