Kamis, 7 Juli 22

Hasil Pemilu Malaysia Pastikan Mahatir Mohammad Akan Menjadi Perdana Menteri

Hasil pemilu Malaysia menunjukan koalisi partai oposisi yang dipelopori oleh Mahathir Mohamad resmi memenangkan Undi Raya (Pemilu) Malaysia yang digelar pada Rabu 8 April 2018 kemarin. Hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum memperlihatkan aliansi gabungan oposisi Pakatan Harapan dan satu partai di negara bagian Sabah meraih 115 kursi parlemen atau melewati ambang mayoritas 112 kursi.

Dengan demikian maka Mahatir Mohamad dipastikan akan menjadi Perdana Menteri Malaysia (jabatan yang pernah didudukinya selama 22 tahun). Dengan demikian pula maka oposisi yang akan membentuk pemerintahan Malaysia dibawah kepemimpinan politisi tertua di dunia (usia 92 tahun) tersebut.

Kemenangan partai koalisi pimpinan Mahathir Mohamad ini juga mengakhiri dominasi Barisan Nasional, yang telah memerintah Negeri Jiran selama lebih dari 60 tahun. Itu berarti, mantan anak didiknya, Najib Razak juga harus lengser dari jabatan perdana menteri.

Dalam jumpa Pers nya, Mahathir mengungkapkan harapannya bahwa akan ada upacara pengambilan sumpah pada Kamis (9/5/2018) hari ini dan akan mengumumkan hari libur nasional.

“Kami tidak mengupayakan balas dendam, kami ingin memulihkan penegakan hukum,” kata Dr Mahathir kepada para wartawan saat menyatakan kemenangannya,Kamis (9/5/2018).

Pemilu Malaysia kali ini terbilang unik, karena Mahatir bergandengan tangan Anwar Ibrahim ,seorang politisi yang dipenjarakannya. Mahatir dan Anwar Ibrahim bersama-sama aliansi mereka mengeksploitasi kekecewaan publik atas biaya hidup dan skandal multi-miliar dolar yang telah menggoyang kekuasaan Najib sejak 2015.

Dalam beberapa kampanyenya Mahathir telah berjanji untuk mencari pengampunan kerajaan untuk Anwar jika mereka memenangkan pemilihan dan, setelah Anwar bebas, ia akan mengundurkan diri dan membiarkannya menjadi perdana menteri.

Mahathir kala itu memecat Anwar sebagai wakil perdana menteri pada 1998. Anwar kemudian memulai gerakan yang dikenal sebagai ‘Reformasi’ untuk mengakhiri pemerintahan berbasis ras dan patronase UMNO. Namun, sepak terjangnya dihentikan dengan tuduhan sodomi dan korupsi, yang ia bantah, tetapi ia tetap dipenjara.

Mahatir juga merupakan mentor lawanya di Pemilu kali ini. Sebagaimana diketahui Mahathir pernah menjadi mentor Najib, tetapi ia kemudian memilih untuk meninggalkan UMNO terkait skandal 1MDB dan bergabung dengan oposisi. Najib, yang adalah ketua dewan penasehat 1MDB, telah membantah melakukan korupsi dan dia telah dibebaskan dari pelanggaran apa pun oleh jaksa agung Malaysia.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait