Minggu, 26 Juni 22

Hari Ini Malaysia Gelar Pemilu di 8.253 Bilik Suara

Malaysia gelar pemilu saat ini. Sebanyak 14.968.304 penduduk Negeri Malaysia akan memilih sosok pemimpin bagi negaranya melalui Pemilu Perdana Menteri yang akan digelar hari ini, Rabu (9/5/2018). Total 8.253 bilik suara akan dibuka pada pukul 8 pagi (pukul 7 WIB) dan ditutup pada pukul 5 (18 WIB).

Dalam pemilu kali ini,sebanyak 222 kursi parlemen dan 505 kursi majelis negara diperebutkan sektiar 2.333 kandidat di 12 dari 13 majelis negara. Barisan Nasional yang merupakan partai pemerintah akan menghadapi manuver kuat dari Pakatan Harapan dan juga Parti Islam se-Malaysia (PAS).

Perdana Menteri yang masih berkuasa sejak tahun 2008, Najib Razak, akan melawan Mahathir Mohamad yang juga merupakan mantan PM Malaysia terlama pada periode 1981 dan 2003. Di umurnya yang ke-92 tahun, Mahathir memutuskan untuk kembali ke pertarungan politik. Jika menang, maka dia akan menjadi pemimpin tertua di dunia.

Pemilu Malaysia ini menjadi menarik lantaran Najib adalah yunior dari Mahathir. Bahkan publik Malaysia mengatakan bahwa Najib merupakan anak didik Mahathir dalam percaturan pilitik di Negeri Jiran tersebut.

Dilansir dari The Guardian, salah satu isu terbesar dalam pemilu Malaysia kali ini adalah korupsi dan biaya hidup. Dugaan peran Najib dalam skandal 1MDB, di mana US$ 2.6 miliar dana pemerintah digelapkan, telah menjadi bagian penting dari oposisi dalam upaya untuk memindahkan pilihan Barisan Nasional.

Peraturan Najib soal pajak barang dan jenis PPN juga banyak mendapat kritik, lantaran menyebabkan biaya hidup sehari-hari kian mahal, sehingga mengurangi biaya hidup telah menjadi inti dari manifesto koalisi.

Sebelumnya pada Selasa (8/5/2018), hadapan para pendukung koalisi oposisi Pakatan Harapan di Kuala Lumpur, Wan Azizah Wan Ismail membacakan surat yang diulis oleh suaminya (Anwar Ibrahim) didalam penjara.

Melalui surat itu, Anwar meminta warga untuk tak terhasut dengan propaganda kubu penguasa, Barisan Nasional, yang ingin memecah kekuatan Pakatan Harapan dengan menyebarkan kembali rekaman ketika dia mengkritik Mahathir Mohamad.

Anwar memang dikenal sebagai pejuang reformasi yang dipecat dan dijebloskan ke penjara saat Mahathir berkuasa selama 22 tahun dahulu. Namun kini, Mahathir menyatukan kekuatan dengan Anwar demi menjatuhkan rezim Najib Razak yang dianggapnya korup.

“Dari Hospital Cheras, dengan kawalan ketat pegawai penjara, saya mohon saudara saudari bersama dalam gerakan rakyat menuntut perubahan melalui PRU14,” teriak Wan Azizah membacakan surat Anwar, disambut sorak sorai pendukungnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait