Rabu, 30 November 22

Hari Ini KPK Bawa Tangkapan OTT DPRD Jawa Timur Ke Jakarta 

Juru Bicara Komisi Pemberantasa Korupsi Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan membawa sejumlah orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Surabaya ke kantor KPK di Jakarta pada hari ini. “Hari ini dibawa ke Jakarta,” Ujar Febri pada awak media di Jakarta, Selasa.

KPK  menyegel ruang Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochamad Basuki sejak Senin siang. Selain itu, rumah Basuki di kawasan Putat Gede Baru Surabaya juga digeledah hingga subuh hari ini tadi.

Dari OTT pada Senin (5/6) KPK mengamankan setidaknya lima orang, yaitu seorang legislator DPRD Jawa Timur (Jatim), seorang pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jatim dan tiga staf dari kesekretariatan dewan DPRD Jatim.

Diduga, mereka ditangkap saat bertransaksi uang “upeti” tunjangan hari raya (THR) dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kepada sejumlah anggota DPRD Jatim. Upeti itu diduga berkaitan dengan beberapa proyek yang digarap SKPD-SKPD.

Komisi B diketahui bermitra dengan sejumlah SKPD Jatim, antara lain Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Biro Administrasi Perekonomian, Biro Adminsitrasi Sumber Daya Alam.

Namun Febri belum menjelaskan dengan pasti siapa saja yang diamankan dan kasus yang diusut KPK dalam OTT tersebut.

“Nanti ada pengumuman secara rinci mengenai OTT ini. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka pasca OTT tersebut,” tambah Febri singkat.

Ketua DPRD Jatim Kecolongan

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Kusnadi mengaku merasa kecolongan oleh operasi tangkap tangan (OTT) yang dilanjutkan dengan penyegelan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di DPRD Jatim.  Dalam kaitan itu, pimpinan DPR akan membahas OTT KPK di DPRD Jatim hari ini, kata Kusnadi.

“Kami pimpinan DPRD akan rapat sikapi hal itu dan ini bagi kami kecolongan yang luar biasa, sedih kenapa bisa terjadi,” katanya saat menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di areal makam Mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin malam tadi.

Ia mengaku sudah mencoba mencari penjelasan mengenai kasus ini dan pimpinan DPRD akan mengembalikan perkara ini ke fraksi masing-masing.

“Kami berharap dari partai segera melakukan suatu sikap apakah itu lalu mengganti secepatnya atau bagaimana terserah partai. Akan tetapi jika sudah terjadi dan yang bersangkutan menjadi tersangka, kami akan minta badan kehormatan DPRD Jatim membuat keputusan jika dari partai belum ada,” kata dia.

Kusnadi enggan menyebutkan sanksi kepada anggota DPRD yang tersangkut kasus itu dengan berkilah bahwa sanksi itu dipengaruhi oleh apa yang diputuskan dewan kehormatan DPRD nanti.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait