Kamis, 7 Juli 22

Hakim Lakukan Rekonstruksi di Sidang Kasus Sianida Maut

Sidang kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin atas terdakwa Jessica Kumala Wongso hari ini kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakata Pusat, Rabu (27/7). Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Isworo.

Pada saat sidang berlangsung, Hakim Isworo melakukan rekonstruksi kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan mendengar keterangan saksi yang merupakan para karyawan Restoran Olivier, dengan melibatkan para saksi dan terdakwa untuk memperjelas apa yang terjadi di meja nomor 54.

Adapun saksi yang ikut dalam rekonstruksi adalah Barista Rangga, pelayan penyaji kopi es vietnam Agus Triyono, pelayan pengantar cocktail Marlon, pelayan pengangkat gelas kosong sisa cocktail Ahmar dan pelayan yang melihat kopi Mirna berubah warna Rosi.

Dalam proses itu terungkap beberapa fakta menarik di antaranya dua gelas cocktail “gentlement”, yang menurut saksi beralkohol di atas 40 persen, habis sebelum Mirna dan Boon Juwita alias Hani datang ke meja nomor 54.

Selain itu ada pergeseran posisi kopi, dari sebelumnya berada dekat di hadapan Jessica setelah saksi Agus datang menyajikan minuman tersebut, menjadi agak menjauh ke tengah. “Paperbag” yang awalnya ada di meja pun sudah tidak ada.

“Paperbagnya sudah tidak ada ketika saya ambil satu gelas cocktail yang kosong. Posisi kopi juga sudah tidak di sini,” kata saksi Ahmar, pelayan yang membereskan gelas cocktail, usai Agus melakukan adegan rekonstruksi.

Sementara itu saksi Sari juga sempat mendatangi meja Jessica untuk beramah tamah ketika terdakwa sedang menikmati cocktailnya.

Ketika itu Sari mengaku bertanya apakah Jessica menyukai cocktailnya dan apakah dia memang penggemar cocktail. “Rasanya enak,” ujar terdakwa dalam rekonstruksi.

Adapun rekonstruksi di ruang sidang tersebut digelar dengan menggunakan peralatan seadanya seperti meja ruang sidang dan kursi pengadilan.

Sementara untuk gelas kopi es dan alat pembuat kopi digunakan barang bukti yang ada pada jaksa penuntut umum (JPU).

Hakim Binsar Gultom sempat meminta JPU untuk menghadirkan meja nomor 54 beserta sofanya ke pengadilan.

Namun JPU Ardito Muwardi menjelaskan hal itu sulit dilakukan karena meja dan sofa menempel permanen di lantai serta dinding Olivier.

Sebagai jalan keluar, Majelis Hakim akan melakukan pendalaman kasus dan reka ulang langsung di Restoran Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada waktu yang akan ditentukan.

Wayan Mirna Salihin sendiri dinyatakan tewas diduga akibat meminum kopi bersianida di Olivier pada Rabu (6/1). Terdakwa dalam kasus ini adalah Jessica Kumala Wongso dengan saksi kunci Boon Juwita alias Hani, yang turut dalam pertemuan di restoran tersebut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait