Senin, 27 Juni 22

H+3, Jalur ke Puncak Dibuka Pukul 21.00

Antrian kendaraan bermotor roda empat atau roda dua yang melintasi jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, terpantau padat, Jumat (8/7/2016). Jelang siang, pukul 11.00 WIB hingga jelang pukul 17.00 WIB, kemacetan masih terlihat mengular dimulai dari pintu tol Gadog. Guna mengurangi kepadatan arus lalu lintas, polisi memberlakukan sistem buka tutup.

Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah menuju Jakarta lebih awal dari biasanya. Meski demikian, antrian sejumlah kendaraan dari arah Bogor maupun Jakarta yang tertahan di ruas jalan alternatif dan Jl Raya Gadog-Ciawi masih terjadi penumpukan. Bahkan, ada juga yang memilih berputar arah mengikuti saran para joki jalur alternatif.

“Sore sampai malam kita prioritaskan untuk kendaraan turun,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bogor Kabupaten, AKP Bramastyo Priadji kepada indeksberita.com.

Ia mengimbau bagi pengendara yang akan ke Puncak agar berangkat pagi. Sebab, sehari sebelumnya kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan Puncak dan sekitarnya di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, mencapai 5 kilometer.

“Diimbau yang mau ke Puncak, silahkan berangkat pagi hari setelah subuh. Tidak disarankan berangkat lewat dari jam 11.00,” ujarnya.

Bramastyo melanjutkan, pagi hari petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah naik menunju Puncak.

“Sedangkan pada siang hari, rekayasa lalu lintas ‘one way’ diprioritaskan untuk arus turun yakni dari arah Cianjur menuju Jakarta. Sehingga kendaraan dari arah Jakarta yang ingin ke Puncak ditahan sampai pukul 21.00 WIB,” tuturnya.

Kepolisian Resor Bogor memprediksi kemacetan jalur Puncak bermula pada hari kedua Lebaran. Lalu lintas kendaraan bakal membludak karena wisatawan yang berdatangan untuk berlibur.

“Prediksi kemacetan mulai tanggal 7 sampai 10 Juli 2016, titik-titik rawan macet antara lain Pasir Muncang, Megamendung, dan Pasar Cisarua,” ungkap Bramastyo.

Sebagaimana diketahui, kawasan Puncak tidak pernah surut dari kemacetan setiap hari libur atau akhir pekan. Hal itu disebabkan, banyak lokasi wisata yang menjadi pilihan pengunjung seperti Taman Matahari, Curug Cilember, Gunungmas, hingga Telaga Warna.

Lebar jalan yang sempit sekitar enam hingga delapan meter tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang melintas saat hari libur. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait