Kamis, 11 Agustus 22

Gus Ipul: Demo 2 Desember Lebih Besar Mudaratnya

Menanggapi rencana GNPF MUI (Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa Majelis Ulama Indonesia) menggelar unjuk rasa damai pada 2 Desember 2016 yang diwarnai dengan salat Jumat dari Semanggi sampai Istana Merdeka, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul menilai kegiatan itu lebih besar mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Oleh karena itu, Ia mengimbau umat Islam, khususnya dari Jawa Timur untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut.

“Apa pun tujuannya, mudarat dari kegiatan tersebut lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya,” kata Gus Ipul dalam keterangan persnya, Selasa (22/11/2016).

Rencana aksi yang dipelopori Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Shihab ini adalah lanjutan aksi 4 November atas dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penistaan agama.

Menurut salah satu Ketua PBNU ini, salat Jumat di jalan itu akan sangat mengganggu kepentingan umum karena pengguna jalan dirugikan. “Demikian juga perkantoran di sepanjang jalan tersebut. Karena itulah, mudarat kegiatan tersebut akan lebih besar dibanding manfaatnya,” kata dia.

Imbauan Gus Ipul ini juga sejalan dengan seruan PBNU dan pimpinan MUI. Melalui Ketum MUI KH Maruf Amin yang juga Rais Aam PBNU menyarankan umat Islam untuk tidak lagi melakukan aksi pascaAhok ditetapkan sebagai tersangka.

“Orang akan sangat gampang salah paham atas aksi tersebut, sebab antara kepentingan ibadah, politik, dan demonstrasi menjadi kabur. Apalagi, sepanjang saya ketahui, tidak pernah ada ajaran salat Jumat di jalan,” katanya.

Gus Ipul juga menilai aksi menggunakan cara ibadah adalah bukan pendidikan politik yang baik bagi generasi mendatang.

“Hidup ini kan ada benar, patut dan indah. Menyampaikan sesuatu kebenaran juga harus dengan cara yang benar dan indah,” kata Gus Ipul.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait