Kamis, 29 September 22

Gubernur Kal-Bar Pastikan Pekan Gawai Dayak dan Aksi Bela Ulama Akan Aman

Pekan Gawai Dayak (PGD) ke XXII tahun 2017 siap digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Namun ada yang berbeda dalam pagelaran PGD tahun ini, pasalnya Persatuan Orang Melayu (POM) berencana menggelar Aksi Bela Ulama pada Sabtu (20/5/2017) bertepatan dengan event rutin tahunan masyarakat Dayak khususnya yang berada di Kalimantan Barat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis , mengharapkan agar semua pihak dapat menghormati. Cornelis menuturkan bahwa Pekan Gawai Dayak adalah even tahunan dan juga merupakan Agenda Nasional sementara Aksi Bela Ulama juga merupakan hak semua warga negara untuk menyampaikan aspirasinya.

“Aksi apapun,sepanjang tidak anarkis, silahkan untuk dilakukan. Kegiatan itu hak masing-masing, yang penting tidak mengganggu orang lain,’ ujar Cornelis, Kamis (18/5/2017) di Pontianak.

Tokoh adat Dayak Kanayant pada acara Pekan Gawai Dayak 2016 (Foto-Vanesh Veduka) Tokoh adat Dayak Kanayant pada Pekan Gawai Dayak 2016 (Foto-Vanesh Veduka)

Terkait 2 kegiatan berbeda dalam waktu yang sama tersebut, Cornelis menyatakan, bahwa Pekan Gawai Dayak adalah kegiatan rutin tiap tahun dan sudah menjadi agenda Nasional. Dalam acara PGD tersebut akan hadir beberapa Tamu dari Kedubes Negara-Negara Sahabat dan seperti tahun-tahun sebelumnya,akan banyak wisatawan mancanegara yang datang,maka sudah pasti Negara dalam hal ini TNI-Polri akan terlibat dalam pengamanan.

Demikian pula dengan Aksi Damai Bela Ulama,lanjut Cornelis, sebagaimana yang terjadi di daerah lain,tentu Negara juga akan hadir dalam pengamananya. Untuk itu Cornelis berharap agar masyarakat tidak panik dan tidak mudah termakan isu-isu provokatif maupun berita-berita hoax yang sengaja disebar oleh pihak-pihak yang menginginkan Persatuan dan Kesatuan Nasional khususnya keharmonisan Masyarakat Kalimantan Barat retak.

Peserta lomba lukis perisai khas Dayak, Pekan Gawai Dayak 2016 (foto-Eddy Santry)Peserta lomba lukis perisai khas Dayak, Pekan Gawai Dayak 2016 (foto-Eddy Santry)

“Soal itu,(Aksi Damai Bela Ulama dan Pekan Gawai Dayak ¬†yang bertepatan waktunya-red) saya minta masyarakat jangan khawatir, saya pastikan, Negara hadir di tengah masyarakat. Kita ada Polri dan Tiga matra TNI, kita juga punya pemerintah Provinsi dan Pemkot Pontianak, yang sudah siap untuk mengamankan daerah kita,” tuturnya.

Berhubung Pekan Gawai Dayak dan Aksi Damai Bela Ulama yang bersamaan waktunya dan tempanya di Kota Pontianak,Cornelis juga mengharap Walikota Pontianak untuk selalu berperan aktif bersama TNI-Polri khususnya dalam hal keamanan.

Pameran Kerajinan dan Aksesoris Dayak, Pekan Gawai Dayak 2016 (foto-Eddy Santry)Pameran Kerajinan & Aksesoris Dayak, Pekan Gawai Dayak 2016 (foto-Eddy Santry)

“Sekarang tinggal bagaimana Wali Kota membina warganya. Kalau saya pribadi, saya bisa menjamin bahwa Kalimantan Barat akan aman dan taruhannya adalah saya sendiri,” pungkasnya.

Pekan Gawai Dayak sendiri adalah sebuah ajang kreatifitas masyarakat Dayak dalam melestarikan Budayanya dan digelar pada bulan Mei tiap tahunya. Dalam acara tersubut akan digelar berbagai perlombaan baik seni tari, seni ukir, seni lukis hingga Pemilihan Bujang – Dara. Acara tahunan tersebut juga sebagai sarana sosialisasi Budaya Dayak sebagai bagian warisan Nusantara agar lebih dikenal. Terbukti, hampir tiap PGD tersebut digelar, event tersebut selalu dikunjungi para wisatawan baik dalam maupun Luar Negeri.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait