Selasa, 5 Juli 22

Gergaji Teralis Kamar Mandi, Tujuh Napi dan Tahanan Lapas Binjai Kabur

MEDAN —  Tujuh narapidana (Napi) dan tahanan, Lapas Kelas IIA Binjai, Sumatera Utara (Sumut), melarikan diri.  Napi dan Tahanan Lapas Binjai kabur setelah menggergaji teralis kamar mandi ruang tahanan. Mereka yang kabur, tercatat menjalani hukuman dari berbagai kasus.

Ketujuh tahanan yang kabur yaitu: Saifuddin alias Fudin (34), divonis 8 tahun penjara dalam perkara narkotika; Abdul Rahman alias Rahman (33), belum dijatuhi hukuman dalam perkara menadah hasil kejahatan; Roni Adianto alias Roni (25), divonis 3 tahun 7 bulan penjara dalam perkara pencurian.

Kemudian narapidana Yusrizal alias Rizal (39), dihukum 2 tahun 6 bulan dalam perkara pencurian; Fahrul Azmi Nasution (35), belum divonis dalam perkara narkotika. Narapidana Suhelmi alias Helmi (45), divonis 4 tahun penjara dalam perkara narkotika dan Rudi alias Ajun (33) dihukum 10 tahun penjara dalam perkara narkotika.

Juru bicara Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut Josua Ginting mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihak Kanwil Hukum dan HAM Sumut, pelarian para narapidana diketahui petugas jaga sekitar pukul 02.30 WIB dinihari tadi. “Saat itu terdengar teriakan dari tahanan lain yang menyebut ada narapidana melarikan diri.” kata Josua kepada Indeks, Senin 18 Desember 2017.

Setelah dilakukan pengecekan, kata Josua, diketahui tujuh narapidana telah melarikan diri. Namun Josua belum menyebut tindakan yang akan diambil Kepala Kanwil Hukum dan HAM kepada Kepala Lapas Binjai.

“Bapak Kakanwil sedang diluar kantor.Nanti akan ada pernyataan resmi.” ujar Josua.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Binjai Ajun Komisaris Hendro Sutarno menuturkan, narapida yang kabur merupakan penghuni Blok B Lapas Kelas II A Binjai.

“Setelah memotong teralis besi kamar mandi lalu turun menggunakan kain sarung yang di ikat ke teralis dan kabur,” tutur Hendro kepada Indeksberita.

Petugas Lapas, sambung Hendro melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Binjai sekitar pukul 03.30 WIB. Polisi, masih kata Hendro dibagi dua kelompok untuk memburu narapidana. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Lapas untuk mendapatkan data diri narapidana. Dugaan sementara, ujar Hendro, narapidana kabur ke luar Kota Binjai.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait