Kamis, 7 Juli 22

Gereja Melawan Korupsi dengan Mendukung KPK dan Mengembangkan Spiritualitas Keugaharian

Korupsi masalah serius, dan menjadi penyebab terpuruknya bangsa ini. Tidak heran jika Gereja menggalakkan upaya pemberantasan korupsi, sesuai dengan tema Gereja Melawan Korupsi, dengan mendukung KPK dan mengembangkan Spiritualitas Keugaharian.

Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) mengunjungi KPK, sebagai bentuk dukungan PGI terhadap KPK dan Pemberantasan Korupsi. Hal tersebut dinyatakan oleh Jeiry Sumampow Kepala Humas kepada indeksberita.com

“Kedatangan kami untuk mendukung KPK, melihat banyaknya upaya yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk melemahkan KPK,” kata Jeiry.

Jeiry menjelaskan, dalam rombongan MPH-PGI terdiri dari Pdt. Dr. Henriette TH. Lebang (Ketua Umum), Pdt. Gomar Gultom (Sekretaris Umum), Pdt. Dr. Albertus Patty (Ketua), Ivan Rinaldy (Bendahara Umum), Arie Moningka (Bendahara), didampingi oleh sejumlah staf eksekutif lainnya.

Rombongan PGI ini diterima oleh 2 pimpinan KPK, Agus Rahardjo (Ketua) dan Basaria Panjaitan (Anggota), didampingi oleh 3 orang deputi dan sejumlah staf.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan banyak hal tentang situasi pemberantasan korupsi di Indonesia yang dilakukan KPK, begitu juga hal-hal yang dilakukan PGI dalam upaya ikut serta dalam pemberantasan korupsi. Termasuk kemungkinan kerjasama pemberantasan korupsi antara PGI dan KPK.

KPK4-678x381

Pdt. Henriette TH. Lebang menjelaskan, bahwa PGI dan KPK akan bekerjasama dan saling memberikan masukan tentang upaya pemberantasan korupsi. Karena pada saat ini Gereja sedang menggalakan upaya pemberantasan korupsi

“Banyak saran dan masukan PGI kepada KPK dan sebaliknya PGI mendapat gambaran yang jelas tentang situasi pemberantasan korupsi sekarang ini. Gereja sedang menggalakan upaya pemberantasan korupsi dengan tema ‘Gereja Melawan Korupsi’. Pesan anti korupsi kami sampaikan melalui khotbah-khotbah kami,” ujar Pdt Labang

Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Pahala Nainggolan menyatakan, Ia merasa berterimakasih atas dukungan PGI terhadap KPK, dan menyambut baik kerjasama dengan PGI, terutama kerjasama dalam bentuk praktis.

“Salah satu bentuknya adalah pembuatan semacam buku saku panduan untuk jemaat gereja dan pekerja-pekerja di gereja untuk pencegahan korupsi,” ujar Pahala.

PGI juga menyampaikan pernyataan resmi mengenai dukungan PGI terhadap KPK, sebagai berikut :

Menurut PGI sampai saat ini kita belum manpu keluar dari kemiskinan. Dan korupsi menjadi penyebab utamanya.

Terjadinya salah urus selama bertahun-tahun oleh penyelenggara negara di masa lalu, dan kerakusan manusia, adalah penyebab utama korupsi. Salah urus negara di masa lalu, yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya budaya korupsi.

Kerakusan manusia membuat sebagian diantara kita kehilangan kemampuan untuk mengendaliikan diri, sehingga tidak pernah mampu untuk mengatakan “cukup”

Untuk mengatasinya, Gereja dan masyarakat akan mengembangkan Spiritualitas Keugaharian, agar kita mampu untuk mengatakan “cukup” dan berbagi untuk sesama. Serta memperjuangkan sistem yang memungkinkan setiap orang dapat memenuhi kecukupan atas kehidupannya.

Kehadiran KPK sangat sesuai dengan pengembangan Spiritualitas Keugaharian. Kinerja KPK telah membawa harapan baru. Sehingga, atas upaya pelemahan KPK, maka sikap PGI:

Gereja mendukung Penuh KPK, agar Indonesia terbebas dari korupsi dan keluar dari kemiskinan dan keterpurukan.

PGI menolak upaya hukum dan politilk yang melemahkan KPK.  PGI berharap dan mendorong KPK tidak pandang bulu dalam pemberantasan Korupsi.

PGI bersedia bekerjasama dengan KPK dalam upaya – upaya pencegahan, dalam bentuk kampanye, pendidikan dan penyadaran.

Dan terakhir, PGI mendoakan KPK agar diberkati oleh Yang Maha Kuasa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam pemberantasan korupsi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait