Sabtu, 3 Desember 22

Gempa Bumi Sumatera Barat dan Bengkulu Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempabumi tektonik mengguncang seluruh wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu, menurut hasil analisis BMKG disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, dengan hiposenter terletak di Zona Benioff bagian atas.
Gempabumi ini terjadi pada Kamis (2/6/2016) pukul 05.56.01 WIB dengan kekuatan M=6,5 dengan episenter terletak pada koordinat 2,29 LS dan 100,46 BT, pada kedalaman hiposenter 70 kilometer.

Efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG menunjukkan, guncangan dirasakan di daerah Solok, Painan, Muko-Muko dalam skala intensitas IV-V MMI (II SIG-BMKG).

Sementara itu di daerah Bengkulu dan Padang guncangan dirasakan dalam skala intensitas IV MMI (II SIG-BMKG).
Di daerah Kepahiang dan Padang Panjang guncangan dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI (II SIG-BMKG), dan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota, guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI (II SIG-BMKG).
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempabumi ini.
Karena hiposenter berada di kedalaman 70 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi menengah,  sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini memiliki spektrum guncangan yang dapat dirasakan pada wilayah yang luas.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh mekanime penyesaran naik (thrust fault), sehingga dalam hal ini patut kita syukuri bahwa gempabumi yang terjadi pada kedalaman menengah sehingga tidak berpotensi tsunami.

Terkait peristiwa gempabumi Bengkulu-Sumatera Barat tadi pagi, hingga laporan ini dibuat pada pukul 08.00 WIB belum ada aktivitas gempabumi susulan (aftershocks).

Untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di daerah pesisir barat Sumatera, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait