Jumat, 12 Agustus 22

Fatwa PBNU: Salat Jumat di Jalanan Tidak Sah

Terkait rencana pelaksanaan salat Jumat yang berpusat di Bunderan HI sebagai rangkaian aksi demonstrasi 2 Desember, yang berpusat di Bunderan HI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa bahwa melaksanakan salat Jumat di jalanan tidak sah.

“NU sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di acara Kongres XVII Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2016).

 

Aqil mengatakan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir mengacu pada mazhab Imam Besar Syafi’i dan Maliki.

“Mazhab Maliki dan Syafi’i itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah,” ujar Aqil.

“Menurut mazhab itu, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa,” kata dia.

Aqil berpendapat, mazhab tersebut laik untuk diterapkan di Indonesia saat ini. Sebab, jika shalat dilakukan di sembarang tempat, apalagi di tempat umum, mengurangi kekhusyukan ibadah itu sendiri sekaligus mengganggu ketertiban umum.

Seperti diketahui, aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) pada 2 Desember 2016 akan dilakukan untuk menuntut agar Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan. Ahok saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

 

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait