Rabu, 30 November 22

Farid-Eben Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AJI Surabaya 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya menggelar Konferensi Kota (Konferta) di Hotel Ibis, Surabaya, Kamis (25/5/2017). Dalam rilis yang dikirim ke indeksberita.com, peserta Konferta AJI Surabaya, secara aklamasi, sepakat mentapkan Miftah Faridl sebagai ketua dan Eben Haezer sebagai sekretaris, untuk masa periode 2017-2020.

Jurnalis CNN Indonesia dan Harian Surya tersebut, menggantikan Ketua AJI Surabaya Prasto Wardoyo dan Sekretaris Andreas Nikolous Wicaksono yang menjabat untuk masa periode 2014-2016.

Farid, panggilandari Miftah Faridl setelah terpilih mengatakan, tantangan bagi AJI dan para anggotanya ke depan akan menjadi lebih berat. Apalagi, persoalan yang terkait dengan jurnalisme dan media juga semakin kompleks, seiring dengan kian pesatnya dukungan perkembangan teknologi informasi.

“Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen media juga semakin dbanjiri oleh informasi-informasi yang tidak seluruhnya benar, “ kata Farid.

Persoalan lainnya, masih kata Faridl, praktik-praktik kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia sampai saat ini juga masih belum bisa sepenuhnya hilang. sehingga dibutuhkan strategi-strategi yang lebih efektif agar profesi jurnalis tetap independen tanpa harus dibayangi oleh ketakutan terhadap ancaman-ancaman kekerasan tersebut.

“Karena itu, ke depan AJI Surabaya ingin semakin berperan dalam mendorong praktik-praktik jurnalisme yang sehat, independen, serta berpihak kepada masyarakat dan kepada kebenaran,” ujar Farid.

Sementera itu Eben Haezer menambahkan, keinginan AJI untuk mendorong jurnalisme yang sehat dan independen tidak hanya berlaku untuk jurnalis-jurnalis yang bekerja di perusahaan media saja. Melainkan kepada masyarakat di luar pun, perusahaan media yang saat ini semakin dimudahkan dalam memproduksi media dan mendistribusikannya.

“Secara sendiri melalui berbagai kanal, khususnya media sosial. Media-media mudah dijangkau oleh masyarakat, “ kata Eben.

Menurut Eben, saat ini masyarakat sudah tidak asing dengan istilah-istilah seperti hoax, literasi media, citizen journalism, dan lain sebagainya.

“Karena itu, AJI ke depan juga ingin semakin terlibat dalam upaya-upaya untuk menciptakan praktik-praktik jurnalisme yang dilakukan oleh warga, misalnya di organisasi-organisasi pers mahasiswa,” ungkap Eben.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait