Kamis, 6 Oktober 22

Eva Sundari Sampaikan Feminisme Nasionalis ala Bung Karno di Yogyakarta

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menjadi pemateri, pada kegiatan kursus kader perempuan yang dilaksanakan oleh Badiklatda (Badan Pendidikan Pelatihan) Daerah Istimewa Yogyakarta pada selasa (14/6).

Acara tersebut bertemakan Peran Perempuan di Politik dan Pembangunan Semesta Berencana. Pada kesempatan tersebut, Buku Sarinah didiskusikan dan dikembangkan untuk memastikan landasan ideology gerakan perempuan PDIP sesuai ajaran Bung Karno.

Eva Sundari dengan mengutip Sarinah menegaskan bahwa Bung Karno menyarankan agar Gerakan Perempuan Indonesia agar berakar pada Nasionalisme Indonesia, kondisi riel Indonesia.

“Asumsi penting dari Gerakan Perempuan Nasionalisme adalah bahwa kesetaraan gender adalah bersifat kodrati, dan gerakan ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Perbaikan status perempuan harus dimotori kelompok perempuan sendiri walau untuk itu perlu didukung oleh kelompok laki-laki,” ujar Eva di Yogyakarta.

Selain itu sambung Eva, Bung Karno setuju pendapat Charles Fourrier yg menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kemajuan perempuan.

Dalam konteks ini Eva Sundari mengusulkan agar kader laki-laki PDI Perjuangan memotori adanya gerakan laki-laki pro kesetaraan gender karena ini amanat Bung Karno di Sarinah.

“Dukungan para kaum Laki-laki inilah yang masih lemah sehingga perbaikan status perempuan berjalan lambat di Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Badiklatda (badan pendidikan pelatihan) DPD DIY, Sri Bayu Selaaji menyampaikan materi tentang problem umum perempuan dan berbagai aliran feminisme berikut strategi juang masing-masing aliran.

Sekedar informasi, Kursus perempuan yang dibuka dan ditutup oleh Wakil Ketua DPD, Yuni Setia Rahayu diikuti 30 peserta terdiri dari pengurus DPD dan 5 DPC di DIY. 10 alumni terbaik nantinya akan menjadi peserta kaderisasi berikutnya yaitu tingkat madya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait