Selasa, 5 Juli 22

Eva Sundari: Investasi Terbesar adalah Pendidikan

Anggota DPR dari PDI Perjuangan Eva Sundari mengatakan, pendidikan merupakan investasi terbesar dan penting karena dampaknya tidak hanya akan dirasakan oleh yang bersangkutan, tapi juga oleh lingkungan sekitarnya.

Hal itu dikatakan Eva saat menghadiri penyerahan beasiswa dari Yayasan Sampoerna Foundation di pendopo Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (26/7/2016.

Yayasan Sampoerna memberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per siswa yang diberikan kepada 120 pelajar SMK, SMA dan Aliyah baik negeri maupun swasta.

Eva menyampaikan kegembiraannya karena dari 120 siswa penerima beasiswa, 90 di antaranya siswa perempuan. “Investasi yang hasilnya terbesar adalah di dunia pendidikan, dan untuk hasil yang maksimal adalah di pelajar perempuan karena dampaknya ke dirinya, keluarga, lingkungan dan masyarakat”, kata Eva.

Anggota Komisi XI DPR itu berharap beasiswa akan diperlakukan sebagai barang modal bagi para pelajar, bukan untuk membeli barang konsumsi seperti telepon genggam, misalnya.

Pada kesempatan itu, Ia juga menyumbang tambahan uang guna pembukaan rekening BRI Yunior untuk menampung dana beasiswa dari 120 pelajar tersebut. “Pergunakan uangnya secara pintar ya, ayo tantang diri anda untuk produktif jangan konsumtif ,” pesan Eva.

IMG-20160726-WA0019Sementara itu, Bupati Blitar, Drs Rijanto dalam sambutannya menyambut baik program beasiswa ini, apalagi hal ini secara kontinyu sudah dilaksanakan Yayasan Sampoerna sejak 5 tahun lalu.

“Walaupun Sampurna digencet kebijakan cukai yang makin berat, semoga justru semakin besar karena hanya perusahaan rokok Sampurna yang punya CSR untuk dunia pendidikan”, ujarnya.

Di saat yang sama, Totok Subihandono selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengharapkan pihak Sampoerna bisa meningkatkan jumlah penerima beasiswa di masa mendatang khususnya.

Hal itu, menurutnya, bisa membantu para keluarga miskin untuk tidak menghentikan (drop out) pendidikan anak-anak mereka karena alasan biaya.

Harapan ini realistis karena Blitar dikenal sebagai wilayah pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Karenanya, meningkatkan produktifitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk menggerakkan perekonomian lokal Blitar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait