Rabu, 7 Desember 22

Elsam berharap JPU ungkap aktor intelektual pembunuhan Salim Kancil

Jakarta– Kasus pembunuhan aktivis tambang Salim Kancil siap disidangkan. Hal ini terungkap melalui  siaran pers Kejaksaan Negeri Surabaya Rabu (3/2/16).

Dalam siaran pers yang diterima indeksberita.com, Kajari Surabaya menyatakan, berkas ke-36 tersangka pembunuh Salim Kancil sudah dinyatakan lengkap dan siap dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ke 36 tersangka tersebut dijerat ancaman dengan pasal pembunuhan, penganiayayaan, tindak pindana pencucian uang, serta UU Minerba.

Menyikapi hal tersebut Deputi Direktur Pembelaan HAM untuk Keadilan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Andi Mutaqqien menyatakan, dirinya optimis dengan proses peradilan kasus Salim dan berharap proses persidangan nanti bisa menemukan aktor intelektual di balik kasus pembunuhan itu.

“Hal-hal yang belum terungkap seharusnya bisa diungkap di pengadilan. Misalnya soal siapa aktor intelektualnya,”kata Andi pada indeksberita.com, Rabu (3/2/16)..

Andi berpandangan, peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)  untuk mengawal proses persidangan sangat diperlukan. Keamanan para saksi perlu dijaga agar mereka tidak ragu-ragu memberikan kesaksiannya.

“Para saksi kunci harus dijamin keamanannya oleh LPSK agar sidang  berjalan fair. Sebab saksi akan memberikan pandangan yang cukup bagi hakim untuk menghukum para pelaku dan mengungkap aktor intelektualnya,”tandas Andi.

Lebih jauh Andi menjelaskan, pengungkapan aktor intelektual oleh saksi sangat penting terutama karena ada dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Jaksa penuntut umum harus bisa ungkap aliran dana dari hulu ke hilir. Artinya, jika jaksa berani gunakan TPPU dia harusnya bisa menemukan aktor intelektualnya, serta mengungkap hal yang belum didalami oleh kepolisian,”  ujar Andi

Sebagaimana diketahui, pembunuhan Salim Kancil terjadi pada Sabtu, 26 September 2015 silam. Pembunuhan  ini terkait aktivitasnya yang menolak penambangan pasir ilegal di daerah Lumajang, Jawa Timur.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait