Sabtu, 10 Desember 22

Elang Mas, Sasana Tinju di Sumbar yang Potensial Cetak Prestasi

Di salah satu tribun penonton di GOR Laga Satria Pakan Sari Bogor, wartawan indeksberita malam ini, Rabu (19/9) menemui Yose Hermanson dan Saptos Yonara, dari Elang Mas Boxing Camp (EMBC), nama sasana tinju di Sumbar. Mereka sedang menonton salah satu pertandingan di Kejurnas Tinju Junior 2018.

Yose yang menjadi ketua di sasana tinju yang berada di Kota Padang ini, lantas memperkenalkan diri dan rekan-rekannya yang berasal dari EMBC tadi. Yose menjelaskan, bahwa salah satu petinjunya yang berasal dari EMBC, Givo Hermanson, menjadi bagian dari atlet Pertina (Persatuan Tinju Amatir) Provinsi Sumbar yang berlaga di Kejurnas ini.

Menurut Yose, Givo merupakan satu diantara 7 petinju Sumbar, yang berlaga di kelas 75 kg. “Pertina Sumbar kirim 7 petinju untuk klas 75, 64, 60, 56,54 52 kilogram pria, dan kelas 46 kg putri. Dan klas 75 kg pria, adalah Givo Hermason dari Elang Mas yang kami kelola,” urai Yose.

Saptos akrab dipanggil Awenk, manager Elang Mas Boxing Camp
Saptos akrab dipanggil Awenk, manager Elang Mas Boxing Camp

Saptos manager sasana tinju ini, kemudian menjelaskan bahwa Givo sudah memenangkan pertandingan kemarin, dan besok, Kamis (20/9), ia akan bertanding di babak selanjutnya. “Mudah-mudahan Givo bisa memenangkan pertandingan sampai final, dan menjuarai klas 75 kg,” kata Saptos mengutarakan harapannya.

Setelah membahas peluang atletnya, Yose dan Saptos kemudian membahas bagaimana suka dukanya mengelola sasana tinju di Sumatera Barat. Menurut mereka, tidak seperti bulutangkis yang mudah dalam memperoleh sponsor, untuk olah raga tinju, masih sangat sulit untuk mendapatkannya. Seperti sasana Elang Emas yang mereka kelola, tidak ada bantuan dari pemerintah, dan hampir semua biaya operasionalnya berasal dari kantong pribadi para pengurusnya.

Yose mengungkapkan, untuk memberangkatkan atletnya di Kejurnas Tinju Junior di Bogor saat ini saja mereka tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumbar. Untuk itu lanjut Yose, mereka berusaha secara swadaya mencari sumber pendanaan sendiri dalam memberangkatkan atlet dan pelatihnya.

“Padahal kami membawa nama daerah (provinsi). Dan atlet selain membutuhkan disiplin dalam berlatih, mereka juga memerlukan pengalaman bertanding untuk dapat terus meningkatkan prestasinya,” ungkap Yose.

IMG-20180920-WA0045

Kepada indeksberita, Yose yang juga mantan petinju klas berat tingkat nasional, menegaskan bahwa dalam keterbatasan yang ada, ia akan tetap berusaha untuk terus memajukan dunia tinju, khususnya di Sumatera Barat. “Ini saya lakukan bukan saja karena saya cinta pada dunia tinju, juga karena kecintaan saya pada anak didik saya di sasana yang telah berlatih dengan semangat dan disiplin yang tinggi,” tegasnya.

yang sama juga disampaikan oleh Saptos. Ia mengungkapkan bahwa semangatnya untuk tetap bersama sasana Elang Mas, karena sasana ini banyak melatih anak didik yang berlatar belakang strata ekonomi lemah, yang memiliki kemauan untuk menggali prestasi di luar akademik.

“Ada orang tua yang sengaja menitipkan anaknya kepada kami. Tidak semua orang yang bisa memiliki prestasi akademik. Kami menggali bakat mereka di bidang olah raga, dalam hal ini tinju. Kami sediakan sarana, walau sederhana, tetapi layak mereka gunakan untuk berlatih,” pungkas Saptos yang juga pernah menjadi aktivis mahasiswa di Bogor.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait
  1. Semoga Cabang Olahraga Tinju Sumatera Barat makin berjaya, dan mampu memersembahkan prestasi terbaik bagi Ranah minang. Dan agar pemerintah dan pihak swasta memberikan perhatiannya sehingga mampu berbuah prestasi gemilang kedepannya.