Kamis, 1 Desember 22

Dukung HTI, Puluhan Ormas Bakal Demo Bima

BOGOR – Sikap Walikota Bogor yang terkesan mendukung ormas Hizbuz Tahrir Indonesia (HTI) ditentang puluhan organisasi massa (ormas) Kota Bogor. Saat menggelar jumpa pers di Taman Topi, Kamis (11/2/2016), aliansi ormas yang menamakan diri Gerakan Rakyat untuk Pancasila (GRUP) secara tegas menyatakan sikap akan menggalang dukungan untuk menurunkan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Kami mengutuk keras Walikota Bogor yang telah menghadiri kegiatan peresmian Kantor Cabang HTI di Kota Bogor. Karena, HTI adalah organisasi yang berkeinginan menegakkan negara khilafah dan anti Pancasila,” tukas Ketua Ansor, Rahmat Imron saat diwawancarai indeksbogor.com, Kamis (11/2/2016).

Mantan aktivis Forkot dari Universitas Juanda ini melanjutkan, ideologi yang diusung HTI dinilai tidak menghormati para pejuang kemerdekaan pendiri NKRI yang telah gugur. “Bagi kami, NKRI, Pancasila dan UUD 1945 sudah final sebagai konstitusi negara merupakan kesepakatan bangsa Indonesia termasuk Umat Islam Indonesia. Karena itu, kami akan menuntut Walikota Bogor tidak mengizinkan HTI berkembang di Kota Bogor,” tegasnya.

Untuk itu, sambung pria yang akrab disapa Romi, GRUP akan mendesak Bima menyampaikan secara terbuka larangan HTI melalui media cetak dan elektronik. “Jika hal itu tidak disanggupi, maka Bima Aria harus mundur. Kami juga berencana akan mendatangi DPRD Kota Bogor pekan depan agar para wakil rakyat tersebut tidak diam saja. Mereka (red.wakil rakyat) harus bersikap menggunakan haknya untuk melakukan hak angket atau interplasi kepada Bima,” tandasnya.

Ketua GP Ansor menilai, Walikota Bogor telah melanggar sumpah jabatan dan gagal faham karena telah mendukung idiologi HTI yang mengusung konsep negara khilafah. “Jelas Negara Khilafah sangat bertentangan dengan falsafah dasar negara kita. Kenapa Bima selaku kepala daerah ikut hadir?,” tandas juru bicara GRUP mewakili puluhan ormas diantaranya yakni DPD KNPI Kota Bogor, FMB, IPNU, GMNI Bogor Raya, PMII Pakuan, ProDEM, DPD MAPANCAS Kota Bogor, BEM FH Unida, hingga FAM IPB.

Lalu, bagaimana sikap Walikota Bogor Bima Aria menanggapi kritik habis-habisan dari puluhan ormas yang tergabung dalam GRUP? Jurus ngeles pun disampaikan Walikota Bogor Bima Aria. Kata Bima, peresmian kantor HTI yang dilakukannya baru-baru ini sebagai ajang silaturahmi.
“Bagi saya, pemimpin harus mengayomi dan merawat silaturahmi. Perbedaan keyakinan, agama, cara pandang, politik tak boleh jadi hambatan untuk silaturahmi,” kelit Bima. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait