Jumat, 9 Desember 22

Duh, Ada Sindikat Pengoplos Sabu dengan Obat Asma di Medan

MEDAN  – Sindikat narkoba di Medan ini memang keterlaluan. Mengkonsumsi sabu saja bisa merusak kesehatan secara total, apalagi dioplos dengan obat asma. Namun beruntung, aksi oplos sabu ini berhasil dibongkar  Badan Narkotika Nasional (BNN)‎. Anak buah Komisaris Jenderal Budi Waseso membongkar sindikat pengoplos sabu di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tiga orang dibekuk dalam pengungkapan kasus ini dan satu orang lainnya sedang diburu atau masuk daftar buronan.

Sindikat tersebut bekerja mengoplos sabu dengan obat asma teofilin.Para tersangka ini memproduksi sabu di sebuah lokasi di Jalan AR Hakim Gang Belanga, Lingkungan XII, Kelurahan Sukarame I, Kecamatan Medan Area, Medan lalu menjualnya ke sejumlah kawasan di Medan.

Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN Brigjen Anjan Pramuka‎ Putra kepada wartawan di lokasi pengoplosan mengatakan,ke empat tersangka masing-masing punya peran.” Tersangka berinisial S sebagai pen‎yuplai dana, BR buronan kasus narkoba penjual, SU sebagai pemberi fasilitas pembuat sabu dan U sebagai kurir,”kata Anjan. Jumat 1 April 2016. Ke empat tersangka ditangkap BNN saat sedang memproduksi sabu

Anjan menjelaskan, pengungkapan sabu oplosan itu telah diendus BNN selama sebulan belakangan.” Akhirnya, dinihari kemarin, petugas menciduk keempat tersangka disebuah gudang di Jalan AR Hakim itu.”tutur Anjan.


‎Dari pengungkapan itu, BNN menyita barang bukti yakni 468 butir ekstasi, 4,64 gram sabu dan kristal warna putih hasil pengolahan narkotika. Selain itu, juga disita timbangan digital, batang pengaduk, tabung reaksi, tabung kaca panjang, gelas piala, gelas ukur plastik dan kompor listrik beserta pengaduk.

Pemeriksaan awal para tersangka yang keseluruhannya merupakan warga Medan, sambung Anjan, ke empat nya telah menjalankan aksinya ‎selama dua bulan untuk mengoplos sabu.”Bahan bak‎u untuk megoplos sabu dibeli dari sejumlah toko kimia di Medan.”tutur Anjan.

BNN masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap keempat tersangka. Pengembangan kasus ini juga tengah dilakukan. Akibat pekerjaan ilegal itu, keempat tersangka dijerat Pasal 113 jo Pasal 132 ayat 2, Pasal 112 jo Pasal 132 ayat 2 dengan ancaman maksimal hukuman mati.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait