Rabu, 17 Agustus 22

DPR: Pemerintah harus Dorong ASEAN Akhiri Konflik Rohingya

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pemerintah Indonesia harus bisa mendorong perhimpunan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengakhiri konflik yang menimpa etnis Rohingya dan menegur pemerintah Myanmar karena konflik ini terus terjadi.

“Saya mendorong Menteri Luar Negeri dan Presiden RI melakukan diplomasi dan mengambil langkah-langkah tertentu untuk memperingatkan Pemerintah Myanmar serta menggalang negara-negara ASEAN untuk berperan aktif dalam mengakhiri konflik terhadap Muslim Rohingya,” kata Abdul Kharis di Jakarta, Kamis (24/11).

Abdul Kharis menegaskan, tindakan terhadap etnis Rohingya telah melanggar hak asasi manusia (HAM) sehingga Pemerintah Indonesia harus cepat merespon konflik tersebut.

Menurutnya, selain sebagai negara yang bermayoritas muslim, Indonesia merupakan negara yang berperan serta dalam melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

“Komisi I DPR RI memutuskan dalam waktu dekat akan mengundang Kemenlu dan mendorong Indonesia dapat terus berperan untuk menyelesaikan konflik kemanusiaan yang berkepanjangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Pemerintah Indonesia telah menyampaikan sikapnya terkait kekerasan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine kepada pemerintah Myanmar.

Arrmanatha menuturkan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, pada Senin (21/11).

Dalam kesempatan itu menurut Artmanatha, Menlu Retno menyampaikan keprihatinan atas peristiwa kekerasan yang terjadi.

“Bu Menlu sudah bicara dengan Menlu Myanmar, menyampaikan pandangan indonesia yang intinya keprihatinan atas kekerasan yang terjadi,” ujar Arrmanatha, di Jakarta, Rabu (23/11).

Untuk diketahui, tindakan aparat Myanmar sangat disayangkan, pasalnya pihak aparat telah melakukan penggusuran dan pembakaran perkampungan Muslim terhadap etnis Rohingya di utara Rakhine.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait