Kamis, 7 Juli 22

DPR minta Isu Kenaikan Harga Rokok Tak Dibesar-besarkan

Wacana kenaikan harga rokok dinilai merupaka isu kecil yang tak perlu dibesar-besarkan, karena hal ini dapat membuat gaduh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut dikatakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan saat diskusi “Dialektika: Rokok, Pajak, dan Petani Tembakau” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (25/8).

“Isu kenaikan harga rokok bermula dari hasil survei kecil-kecilan yang dibiayai asing dan untuk kepentingan asing, kemudian di-‘blow-up’ oleh beberapa orang di media sosial,” ujar Heri.

Menurutnya, setelah hasil survei itu di blow up di media sosial, kemudian menjadi ramai dan menimbulkan kegaduhan baru.

Karena Pemerintah memberikan tanggapan serius sehingga masyarakat menduga harga rokok akan segera naik sehingga menimbulkan kegaduhan.

“Padahal, isu ini hanya wacana dan belum ada kenaikan harga rokok,” katanya.

Selain itu, Heri juga menduga, isu kenaikan harga rokok ini memang disengaja untuk melihat respons publik menyusul diberlakukannya UU Amnesti Pajak yang kurang mendapat respon dari para pengusaha dan pemilik dana.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait