Rabu, 17 Agustus 22

DPR Imbau Masyarakat Tak Lakukan Aksi 212

Rencana Aksi demo umat islam yang akan digelar pada 2 Desember 2016 menjadi ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Pasalnya, rencana aksi 2 Desember tersebut diduga ada rencana untuk menurunkan pemerintahan yang sah.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Irmadi Lubis mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aksi demo pada 2 Desember.

“Indonesia adalah negara demokrasi yang diakui dunia. Karena jika sampai terjadi aksi unjuk rasa dan terjadi kerusuhan, maka resikonya terlalu besar bagi demokrasi Indonesia,” kata Irmadi Lubis, di Jakarta, Rabu (23/11).

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, kata Irmadi, hal tersebut harus terus dipertahankan dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Irmadi melihat, langkah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke kesatuan-kesatuan di TNI dan Polri, serta mengundang para tokoh-tokoh agama dan pimpinan partai politik, dalam upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI.

“Presiden Jokowi sampai membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Australia dan memilih melakukan konsolidasi di dalam negeri, tentu ada sesuatu yang penting,” katanya.

Menurut dia, upaya Presiden Joko Widodo untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI patut diapresiasi dengan tidak melakukan aksi demo.

Perihal wacana menurunkan pemerintah yang sah, menurut dia, hal itu diatur dalam konstitusi tapi prosesnya sangat sulit dilalukan.

Berdasarkan pasal 7A UUD NRI 1945, menurut dia, Presiden dan Wakil Presiden dapat diberhentikan jika terbukti melakukan pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.

Kemudian, pasal 7B UUD NRI 1945 mengatur mekanismenya yang sangat rumit.

Irmadi mengkhawatirkan, aksi demo yang direncanakan akan dilakukan pada 2 Desember jika tidak kondusif malah akan membuat kehidupan masyarakat menjadi mundur.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait