Sabtu, 24 Februari 24

DPD Partai Golkar Jawa Barat Merespon Pencabutan Dukungan Terhadap Ridwan Kamil

Seperti yang kami beritakan sebelumnya, telah beredar surat dari DPP Partai Golkar yang mencabut dukungannya terhadap Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Malam ini DPD Partai Golkar Jawa Barat merespon pencabutan dukungan terhadap Ridwan Kamil, melalui konprensi pers yang mereka adakan di Hotel Sultan Jakarta.

Wakil Ketua DPD Golkar Jabar, sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Jawa Barat MQ Iswara, pertama-tama menjelaskan bahwa surat pencabutan dukungan terhadap Ridwan Kamil itu benar adanya. Ia menjelaskan bahwa surat itu diterimanya langsung dari Ratu Diah, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar.

“DPP Partai Golkar telah mencabut dukungannya kepada Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018. Kami terima suratnya dari Wasekjen Golkar, Ibu Ratu Diah,” ujar Iswara sambil menunjukan surat pencabutan dukungan terhdap Ridwan Kamil tersebut kepada wartawan.

Menanggapi pencabutan dukungan terhadap Ridwan Kamil tersebut, ia menganggap sebagai hal yang biasa dalam kontestasi politik. Apalagi Jawa Barat (Jabar) merupakan wilayah penting buat Golkar.

“Pemilih Jabar besar, dan DPP melihat Jabar ini lumbungnya suara Golkar. pasti butuh pertimbangan yang matang,” kata Iswara lagi.

Untuk diketahui, pencabutan dukungan terhadap Ridwan Kamil oleh DPP Partai Golkar, dikarenakan ia sampai saat ini, tidak berhasil menetapkan calon wakilnya, yaitu Daniel Mutaqien. Padahal batas waktu yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar sampai tanggal 25 Nopember 2017.

DPD Partai Golkar Jawa Barat mengakui belum berkomunikasi dengan bakal calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pasca mencabut dukungannya di Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. “Sampai hari ini kami belum berkomunikasi dengan Ridwan Kamil,” ungkapnya.

Iswara menjelaskan, komunikasi dengan Ridwan Kamil akan dilakukan DPD Partai Golkar Jawa Barat, setelah rapat pimpinan nasional (rapimnas) dan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) DPP Partai Golkar, yang digelar pada 18-20 Desember 2017.

Saat ditanya wartawan, siapa yang akan menjadi pengganti Ridwan Kamil, yang akan dicalonkan oleh Partai Golkar, Iswara menjelaskan bahwa hal tersebut wewenang DPP Partai Golkar.

“Sesuai dengan juklak nomor 6 tahun 2016 dari DPP Partai Golkar. Pilkada, baik pemilihan Gubernur maupun Bupati atau Walikota, itu merupakan kewenangan atau domain DPP,”  tegasnya.

Namun Iswara mebjelaskan bahwa, DPD Partai Golkar, sebelumnya sudah mengusulkan Dedi Mulyadi, ketua DPD Golkar Jawa Barat sebagai Calon Gubernur

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait