Kamis, 30 Juni 22

DPC PKB Jombang : Partai Pengusung Nyono Tak Surut Lakukan Dukungan

Ketua DPC PKB Kabupaten Jombang Mas’ud Zuremi mengaku tetap optimis, elektabilitas Nyono Suharli Wihandoko akan tetap naik di Pilkada Jombang 2018 ini. Meski calon yang diusung oleh partainya, yang juga Bupati Jombang itu diterpa kasus koruspsi.

Menurut Mas’ud, dalam sepuluh hari mendatang, pemberitaan kasus korupsi Nyono yang kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mereda. “Elektabilitasnya akan stabil dan kembali tertinggi,” kata Mas’ud Zuremi, saat ditemui, Rabu (7/2/2018).

Masih kata Mas’ud, dengan peristiwa dijadikan Nyono sebagai tersangka oleh KPK, akibat kasus korupsi jual beli jabatan dan pungli dana kapitasi puskesmas, justru membuat dirinya bersemangat untuk memenangi pilkada di Kabupaten Jombang.

“Semangat kami tak akan surut. Justru kami malah tambah bersemangat,” ucap Mas’ud.

Pilkada Jombang akan digelar serentak di tahun 2018 ini. Nyono yang merupakan calon petahana, kembali merebut kursi Bupati Jombang. Ia berpasangan dengan Mohamad Subaidi dari PKB, diusung lima parpol besar antara lain Golkar, Partai PAN,PKS, dan NasDem.

Sebagai partai pengusung utama, PKB tetap melakukan langkah-langkah untuk menggenjot elektabilitas Nyono-Subaidi. Di antaranya menggelar pertemuan di dua sampai tiga tempat yang dihadiri 200-250 kader perempuan per hari.

“Acara-acara seperti itu yang kami gelar. Untuk menguatkan dukungan pada Pilkada 2018 ini. Masalah seperti ini sudah biasa di dunia politik,” tandas Mas’ud.

Sementara itu, bakal calon wakil bupati Mohamad Subaidi, juga mengaku tetap optimis memenangi Pilkada. Ia menyampaikan, tak merasa khawatir dengan pasangannya yang tertimpa masalah hukum.

“Sama sekali saya tidak waswas untuk memenangkan. Saya akan fokus untuk memenangkan Pilkada 2018,” kata Subaidi.

Politisi yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jombang ini. Secara pribadi tidak terkait dengan masalah yang menimpa Nyono. “Saya tidak punya masa lalu dengan pemerintahan di Jombang. Saya clear and clean,” ucap Subaidi.

Ia justru akan menjalankan peran calon bupati Nyono yang ditahan KPK jika sudah ditetapkan sebagai calon oleh KPU kepada masyarakat. “Mulai dari pengambilan nomor urut, penyampaikan visi misi dan kampanye akan saya lakukan sendiri,” tambah Subaidi.

Sebagaiman diketahui, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama plt Inna Sulestyowati dalam perkara suap. Uang tersebut digunakan Nyono untuk pencalonan di Pilkada Jombang 2018.
Keduanya kini dalam tahanan KPK. Dan Nyono oleh KPK dikenakan sangkaan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001

 

(Kontributor : Moh Doffir )

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait