Minggu, 25 September 22

Diplomasi Indonesia Berhasil Gagalkan OPM Jadi Anggota Penuh MSG

Keinginan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Organisasi Papua Mardeka (OPM) untuk menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG) akhirnya gagal terwujud. Diplomasi intensif delegasi Indonesia berhasil meyakinkan pimpinan MSG untuk menolak aplikasi OPM tersebut.

Hal itu merupakan salah satu keputusan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus MSG yang digelar di Honiara, Kepulauan Solomon, Kamis (14/7), sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Desra Percaya, yang memimpin Delegasi Indonesia pada KTT tersebut.

Kegagalan ULMWP/OPM itu tentu saja tidak seusai dengan harapan dan keyakinan gerakan separatis Papua. Sebelumnya mereka sangat percaya akan diterima sebagai anggota penuh di MSG

“Tidak ada tempat bagi ULMWP dalam masa depan MSG,” kata Desra Percaya menanggapi keputusan itu.

Menurut Desra, partisipasi aktif dan lobi intensif Delegasi Indonesia yang juga terdiri dari perwakilan 5 Provinsi bercorak budaya Melanesia Indonesia, (Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat), telah berhasil meyakinkan para pemimpin MSG untuk tidak menerima aplikasi keanggotaan ULMWP/OPM.

Selain keputusan itu, KTT juga sepakat untuk membahas lebih lanjut pedoman keanggotaan yang akan diselesaikan pada September 2016 di Port Vila, Vanuatu. 

Hal tersebut dilakukan dengan menghormati prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur hubungan antar negara, khususnya terkait penghormatan terhadap kedaulatan dan non-intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain sebagaimana tertuang dalam Persetujuan Pembentukan MSG.

Selaku ketua delegasi, dalam forum itu Desra menekankan komitmen Indonesia untuk mendorong dan menjadikan MSG sebagai organisasi yang progresif melalui kerja sama pembangunan yang nyata dan dialog konstruktif dalam mencapai tujuan bersama.

Desra juga menyampaikan undangan Pemerintah Indonesia kepada negara anggota MSG untuk berpartisipasi pada Bali Democracy Forum (BDF), yang akan digelar di Bali, pada 8 – 9 Desember 2016 mendatang.

KTT MSG di Kepulauan Solomon sekaligus mengukuhkan pelantikan Direktur Jenderal Sekretariat MSG yang baru, yakni Amena Yauvoli asal Fiji, serta upaya penyelesaian masalah finansial yang dihadapi MSG.

MSG adalah organisasi kerja sama sub-kawasan Melanesia yang bertujuan mempromosikan dan memperkuat hubungan perdagangan antar anggota, pertukaran budaya Melanesia, serta kerja sama teknik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, pemerintahan yang baik, dan keamanan.

Indonesia menjadi associate member MSG pada KTT ke-20 MSG di Honiara, Kepulauan Solomon pada  2015, setelah sebelumnya aktif terlibat sebagai peninjau (observer). Saat ini Indonesia mempertimbangkan secara positif untuk menjadi anggota penuh.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait