Kamis, 7 Juli 22

Diluncurkan 23 Motif Batik Papua Ciri Khas Kabupaten Nabire

Di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, diperkenalkan dan diluncurkan 23 motif Batik Papua ciri khas Kabupaten Nabire, pada hari Senin (6/11/2017). Peluncuran batik Papua khas Nabire dirangkai dalam sebuah acara syukuran bersama atas beberapa capaian prestasi Pemkab Nabire.dan perayaan lainnya, yaitu:

1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Papua atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Nabire tahun 2016.

2. Penghargaan Indonesia Awards 2017 dari MNC Grup, I News TV dengan kategori “Pembangunan Infrastruktur dalam Rangka Pembukaan Isolasi Daerah Indoensia Bagian Timur”,

3. Penyerahakan Kartu Indonesia Pintar

4. Penutupan dan penyerahan hadiah Voli Putra Bupati Cup 2017.

Peluncuran batik Papua ciri khas Kabupaten Nabire diawali dengan penjelasan tentang awal dimunculkannya, oleh Yufinia Mote, S.SIT, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Nabire, yang juga istri Bupati Nabire, Yufinia Mote, S.SIT sebagai penggagasnya. Yufinia menjelaskan, batik Papua ciri khas Kabupaten Nabire dapat diluncurkan setelah melalui proses yang panjang.

Ia menjelaskan, dalam berbagai kegiatan baik yang dilaksanakan di Provinsi Papua maupun di luar Provinsi Papua, ia selalu mengenakan Batik Papua. Banyak orang bertanya terhadap busana yang dipakainya, dan mengnggap kalau batik yang dikenakannya adalah batik dari Kabupaten Nabire.

“Saya hanya bisa katakan bahwa yang saya gunakan adalah Batik Papua. Berawal dari pengalaman-pengalaman inilah saya sebagai pimpinan termotivasi dan saya berkomitmen bahwa Kabupaten Nabire harus mempunyai Batik khas Nabire,” urai Yufinia.

Tekad tersebut diungkapkannya pertama kali ke Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Matilda Mose. Kegiatan membatik ini sendiri mulai diperjuangkannya tahun 2015 melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dengan membentuk Panitia Pelaksana Kegiatan Desain Batik Papua Ciri Khas Nabire, dengan ketua Panitianya Agustinus Tatogo, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Nabire.

Selanjutnya, ia mengundang Ketua Lembaga Adat, Kepala Suku, para Seniman serta Budayawan Kabupaten Nabire, untuk menentukan kriteria motif batik ciri khas Nabire, serta mendapat pengakuan dan penerimaan atas motif tesebut.

“Setelah beberapa kali rapat, tanggal 16 Aprll 2015 dlumumkan Lomba Sayembara Desain Motif Batik Papua Ciri Kahs Nabire. Persyaratan yang ditetapkan bersama untuk Sayembara adalah, dalam batik khas Nabire harus memuat unsur kebudayaan pegunungan dan pesisir pantai,” kata Yufinia.

“Pada tanggal 20 April 2015, saya sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Nabire mengeluarkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim Juri, yang diketuai oleh Daniel Maipon sebagai ketua dan Matilda Mose sebagai sekertaris serta beberapa anggota yang lain,” ujarnya.

Melalui sayembara, lanjut Yufinia, ditemukan desain Batik Papua Ciri Khas Nabire pada tanggal 24 April 2015 dengan pemenang lomba adalah Juara I, Marthen Giyai, Juara II, Koresac.Mobalen, Juara Ill, Fransiskus Tekege. Kemudian hasil desain dari para pemenang Lomba, diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire, melalui Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos., MAP untuk dijadikan sebagai Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire.

Selama tahun 2016 Kegiatan Batik Papua ciri khas Nabire kembali diusulkan dan diperjuangkan, namun tidak dapat dilanjutkan karena ketidak sedianya dana dalam memfasilitasi kegiatan dimaksud. “Dan kembali lagi kami perjuangkan pada Tahun 2017 dan puji Tuhan karena mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama dari Bapak Bupati Nabire, sehingga melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak pada tahun 2017 ini kami dapat melewati tahapan-tahapan, salah satunya adalah mendaftarkan di di Kementerian Hukum dan HAM guna memperoieh Lesiansi/ Hak Paten Batik Papua Ciri Khas Nabire; serta kegiatan pelatihan membatik di Yogyakarta diikuti oleh 20 peserta pelatihan,: tutur Yufinia.

Di tempat yang sama, dalam sambutannya, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP mengungkapkan rasa syukurnya atas Batik Papua khas Nabire. “Saya atas nama pemerintah daerah Kabupaten Nabire menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan yang telah ikut terlibat dalam proses terwujudnya batik Papua ciri khas Nabire,” kata Isaias.

Dijelaskan Bupati Isaias, yang dimaksud dengan karya seni batik Papua ciri khas Nabire adalah motif batik kontemporer yang bersifat inovatif, masa kini, dan bukan tradisional. Karya tersebut dilindungi karena mempunyai nilai seni, baik dalam kaitannya dengan gambar, corak, maupun komposisi warna.

“Batik Papua khas Nabire ini adalah kebanggaan kita, orang Nabire. Karena itu, saya minta agar semua ASN wajib mengenakan batik ciri khas Nabire pada setiap hari Kamis dan dapat digunakan sebagai tablak meja, kain jendela, latar belakang spanduk, kop surat dan, dapat digunakan di sekolah-sekolah, BUMD, BUMN dan organiasi non-pemerintah sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah kabupaten Nabire,” pinta Isaias.

Untuk itu Isaias minta kepada dinas teknis agar segera menyediakan sarana berupa mesin dan bahan kain serta melatih tenaga-tenaga untuk memproduksi sebanyak-banyaknya batik ini. “Mari kita lestarikan seni dan budaya melalui batik Papua ciri khas Nabire,” pungkasnya

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait