Sabtu, 24 Februari 24

Dijemput Paksa Tak Ada Ditempat, Setya Novanto Masuk Dalam DPO KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendatangi rumah Ketua DPR RI Setya Novanto di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (15/11) untuk melakukan jemput paksa, terkait kasus dugaan korupsi mega proyek e-KTP. Tetapi Novanto tidak ada di kediamannya. Untuk itu KPK berencana keluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO), dan menjadikan Setya Novanto masuk dalam DPO KPK.

Upaya untuk menjemput paksa Novanto diketahui, setelah juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan bahwa kedatangan penyidik KPK di kediaman Novanto, dilengkapi dengan surat perintah penangkapan.

“Kebutuhan Penyidikan, KPK telah menerbitkan surat perintah penangkapan dengan dugaan kasus korupsi e-KTP” ujar Febri Diansyah di Gedung KPK di Jakarta, Kamis dini hri (16/11).

Sebelumnya KPK telah melakukan 11 kali panggilan, lanjut Febri, namun hingga saat ini Setnov mangkir dari panggilan KPK. “Baik sebagai saksi atas sugiarto, upaya penegakan hukum sudah dilakuakan,” kata Febri.

Tak hanya itu, hingga saat ini Febri berharap Setnov mempunyai itikad baik untuk menyerahkan diri ke kantor lembaga antirasuah tersebut. “Agar proses hukum berjalan dengan baik,” tambahnya.

Febri mengatakan, selanjutnya jika belum ditemukan KPK akan mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO), dan menjadikan Setya Novanto DPO KPK.  “Kami keluarkan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata Febri.

Hingga saat ini, KPK belum menemukan keberadaan Setnov dan masih dilakukan pencarian oleh tim KPK di lapangan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait