Kamis, 7 Juli 22

Diduga Langgar Aturan Persaingan, Google Terancam Denda Milyaran Dollar oleh Uni Eropa

Brussel – Uni Eropa memberikan sinyal kuat untuk mengambil tindakan tegas Google. Raksasa penyedia jasa informasi itu dikabarkan melanggar ketentuan Anti-trust yang berlaku di Eropa, setelah disinyalir melakukan persaingan tidak sehat dengan memanfaatkan dominasinya dalam sistem operasi telepon Android untuk menyingkirkan para pesaingnya. Jika terbukti, Google terancam kena denda yang sangat besar.

Regulator Uni Eropa mengatakan, dengan mengharuskan produsen ponsel untuk melakukan pra-install Google Search dan browser Google Chrome untuk mendapatkan akses ke aplikasi Google lainnya, perusahaan AS itu dianggap telah merugikan konsumen dengan cara mempersempit ruang kompetisi.

Menurut Komisaris Persaingan Uni Eropa Margrethe Vestager, pihaknya kemungkinan akan siap untuk menyampaikan hal itu pada awal pekan ini.

“Persaingan di sektor internet telepon semakin penting bagi konsumen dan bisnis di Eropa,” kata Vestager dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, Rabu (20/4).

Vestager mengatakan, ia khawatir Google telah berlaku tidak adil dan mengambil keuntungan dari keinginan konsumen untuk memiliki aplikasi pra-instal yang siap untuk digunakan, segera setelah mereka mengambil smartphone baru dari kotaknya. Hal ini bisa menghambat inovasi dan menghalangi pembuat aplikasi lain dan penyedia layanan lainnya.

“Kami percaya bahwa perilaku Google itu telah membatasi pilihan konsumen terhadap aplikasi, pelayanan, dan inovasi dari pihak lain,” katanya.

Komisi Persaingan Uni Eropa mencatat, sekitar 80 persen dari perangkat ponsel pintar di Eropa dan dunia berbasis pada Android, dan Google menguasai lebih dari 90 persen pasar untuk pencarian internet pada Android di wilayah Ekonomi Eropa.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa, dengan meminta pembuat telepon dan operator untuk menyediakan satu set preload aplikasi Google, dan tidak membiarkan mereka memutuskan sendiri aplikasi apa yang akan mereka muat (untuk ponsel mereka), Google mungkin telah memotong salah satu jalan utama bagi sebuah aplikasi baru untuk menjangkau konsumen,” katanya.

Lebih lanjut, Vestager mengingatkan kembali kasus serupa antara Microsoft dengan Komisi Eropa yang berlangsung bertahun-tahun, hingga akhirnya Microsoft dinyatakan bersalah dan dikenakan denda lebih dari € 2 milyar pada 2007 lalu.

“Salah satu kekhawatiran Kami adalah efek (aplikasi pra instal tersebut) pada perkembangan inovasi. Jika Media Player milik Microsoft sudah ada ketika Anda membeli PC, hal itu menyebabkan kesulitan untuk membujuk orang mencoba media player alternatif. Jadi inovator akan mengalami kerugian besar, “katanya.

Google memiliki 12 minggu untuk menanggapi tuduhan komisi itu. Jika komisi menemukan kesalahan prosedur dalam setiap kasus antitrust, maka mereka dapat mengenakan denda hingga 10 persen dari total pendapatan keuangan tahun sebelumnya. Dalam hal ini Google mencatat pendapatan sebesar $ 74.5 milyar.

Sementara itu, penasihat umum Google mengatakan bahwa Android adalah sistem yang luar biasa didasarkan pada perangkat lunak open-source dan inovasi terbuka.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Komisi Eropa untuk menunjukkan bahwa Android adalah baik untuk kompetisi dan baik bagi konsumen,” ujar Ken Walker.

Dia mengatakan, setiap pembuat telepon dapat memuat aplikasi Google dan produk saingan dan bahwa pengguna memiliki kebebasan memilih juga.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait