Jumat, 28 Januari 22

Diduga Hina TNI Robertus Robert Ditangkap Polisi

Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robert ditangkap Polisi Kamis (7/3/2019) dini hari. Kabar tersebut disampaikan Robertus kepada awak media melalui pesan singkatnya yang mengatakan ia dibawa ke Trunojoyo (Mabes Polri).

“Malam ini saya dibawa ke Trunojoyo (Mabes Polri). Langsung penangkapan. Polisi datang 10 menit lalu,” kata Robertus lewat pesan singkat, Kamis dinihari (7/3/2019).

Robert diduga ditangkap karena mengkritik Tentara Nasional Indonesia pada saat aksi Kamisan pekan lalu. Ditengah peserta aksi Kamisan didepan Istana Negara pada tanggal 28 Februari 2019 tersebut, Robert menyanyikan lagu mars TNI namun mengubah liriknya sebagai berikut :

Angkatan bersenjata Republik Indonesia
Tidak berguna
Bubarkan saja
Diganti Menwa
Kalau perlu diganti pramuka

Naik bis kota tak pernah bayar
Apalagi makan di warung Tegal.

Aksi Robertus tersebut menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang mengatakan bahwa Robertus telah menghina institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun Robertus membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan, kata-kata dalam lirik tersebut buakan ia yang membuat melainkan lagu tersebut sering dinyanyikan aktivis 98 saat menolak Dwi Fungsi ABRI sebelum Suharto lengser pada Mei 1998.

“Lagu itu dimaksudkan sebagai kritik saya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini. Apalagi dimaksudkan untuk menghina profesi, organisasi, institusi TNI,”¬†ujarnya , Rabu (6/3/2019).

Robertus menjelaskan sebagai dosen, dia tahu persis upaya-upaya reformasi yang telah dilaksanakan oleh TNI selama ini. Menurut dia, TNI menjadi institusi yang lebih maju dibanding lainnya terkait upaya reformasi.

“Dalam banyak hal saya justru memuji dan memberikan apresiasi upaya-upaya reformasi TNI,” kata dia.

Robertus tak menampik bahwa pada Aksi Kamisan Kamis pekan lalu tersebut, dirinya memang menyanyikan sebuah lagu. Namun sekali lagi, kata dia, lagu tersebut merupakan lagu yang populer saat gerakan mahasiswa tahun 1998.

Robertus menjelaskan sebenarnya maksud lagu itu sudah dia jelaskan sesaat sebelum aksi. Namun, kata dia, dalam video yang beredar di media sosial penjelasannya seakan seperti tidak ditampilkan secara utuh atau sengaja ada yang memotong.

“Padahal sudah dijelaskan dalam pengantar saya di orasi tersebut, namun sayangnya tidak ada dalam rekaman video itu,” katanya.

Berita Terbaru
Berita Terkait