Minggu, 25 September 22

Didemo 3 Hari, Bos PDAM Tirta Pakuan Akhirnya Dipecat

Kasus PDAM Bogor

BOGOR – Demo marathon hingga tiga berturut-turut yang digelar ratusan karyawan PDAM Tirta Pakuan hingga hari ini, Jumat (19/2/2016) di Balaikota Bogor akhirnya tidak sia-sia. Tuntutan pegawai akhirnya diluluskan Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Dalam rekomendasi yang disampaikan kepada Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto diputuskan, Untung Kurniadi dipecat sementara.

Keputusan tersebut merujuk Peraturan Walikota Bogor Nomor 73 tahun 2015 tentang organ PDAM yang menyebutkan, jika dinilai merugikan direktur utama dapat diberhentikan.

“Salah satu rekomendasi dari badan pengawas yakni pemberhentian sementara maksimal satu bulan,” kata Walikota Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Kantor PDAM Kota Bogor, Jalan Siliwangi, Kelurahan Sukasari, KecamatanBogor, Kota Bogor.

Kata Bima yang baru pulang dari Jepang memenuhi undangan Walikota Hiroshima usai menemui pendemo, dirinya sudah menerima banyak keluhan para pegawai PDAM Kota Bogor terkait sejumlah kebijakan yang dianggap merugikan. Namun, Bima baru belakangan mengerti dampak kerugian kebijakan direktur utama tersebut.

“Saya terus mengamati serta mendengar masukan tentang PDAM. Tentunya, kita tidak memperbolehkan prestasi PDAM mundur hanya karena satu orang. Seluruh karyawan harusnya merasa nyaman. Oleh karena itu, saya tetap mengedepankan keinginan aspirasi dari karyawan PDAM,” ujar Bima Arya

Hari ketiga unjuk rasa ratusan pegawai PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak membuat pelayanan adminsitratif terganggu. Dari sekitar 400 karyawan, sebanyak 90 persen mengikuti unjuk rasa.

“Pelayanan administratif seperti pembayaran tagihan, pemasangan baru, dan pengaduan layanan tetap berjalan seperti biasa. Hanya hari pertama saja yang terganggu, saat itu kami tutup lebih awal sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar Humas PDAM Tirta Pakuan, Nery Agustina.

Sebagaimana diketahui, protes pegawai perusahaan pelat merah itu salah satunya dilatarbelakangi insentif bulanan dipotong hingga 33 persen. Namun, kenaikan insentif justru terjadi di level pimpinan. Insentif dirut naik hingga 172 persen per awal 2016. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait