Rabu, 6 Juli 22

Diangkat Sebagai Mensos, Idrus Marham: Partai Golkar adalah Partai Kader, Tentu Siap

Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet hari ini, Rabu (17/1/2018), dan Idrus Marham dilantik sebagai mensos (menteri sosial) di Istana Negara Jakarta. Terkait pengangkatan dirinya, Idrus menyatakan bahwa partai Golkar adalah Partai Kader, dan sebagai kader ia siap untuk mengemban tugas.

Selain melantik Idrus Marham, Presiden Jokowi juga melantik Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dan Yuyu Sutisna sebagai Kapala Staf Angkatan Udara (KSAU).

Jam 9.00 pagi, menteri-menteri anggota kabinet kerja sudah menempati tempatnya, dan acara dimulai pukul 9 23, mundur 23 menit dari yang direncanakan dalam undangan, dibuka dengan lagu Indosesia Raya. Setelah itu dibacakan Surat Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Idrus Marham, sebagai Menteri Sosial yang menggantikan Khofifah Indar Parawansa, Jendral (Purn) Moeldoko menggantikan Teten Masduki, dan Agum Gumelar sebagai anggota Watimpres.

Setelah pembacaan SK Presiden, mereka membacakan sumpah jabatan dan penandatanganan surat pengangkatan tersebut oleh masing-masing pejabat yang diangkat.

Kepada wartawan Idrus Marham mengeluarkan pernyataan tentang pengangkatan dirinya sebagai menteri sosial. Menurutnya, Partai Golkar mendukung pemerintah tanpa syarat. Dan sebagai partai kader tentu juga siap untu membantu membantu presiden di pemerintahan

“Partai Golkar adalah Partai Kader tentu siap jika dipercaya untuk membantu mengelola negara. Yang jelas saat ini saya ada disini,” ujar Idrus.

Sementara di tempat terpisah, Khofifah Indar Parawansa saat ditanyakan tentang pengunduran dirinya sebagai Mensos dan maju sebagai Gubernur Jawa Timur, menyatakan bahwa yang terpenting bagi dirinya adalah kesejahteraan rakyat. Ia pun juga menjelaskan kesannya saat menjadi Mensos kepada wartawan.

“Tagana (Taruna Siaga Bencana) hal yang membanggakan. Bagaima para pemuda dengan kepeduliannya yang besar, berjuang membantu korban bencana. Apalagi wilayah Indonesia adalah wilayah rawan bencana,” kata Khofifah.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait