Sabtu, 10 Desember 22

Denny Maulana Bantah Isu PKPI Pecah

BOGOR – Dibentuknya jajaran DPK Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), 22 Februari 2016 oleh DPP Jawa Barat, pasca digelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta 26 Januari 2016 lalu, sempat membuat partai besutan Sutiyoso di Kabupaten Bogor memanas. Pengurus DPK PKPI Kabupaten Bogor sebelumnya yang diketuai Dharmansyah sempat meradang. Dharmansyah menyebut, pembubaran PKPI Kabupaten Bogor dilatarbelakangi arogansi ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Jawa Barat.

“Tidak ada perpecahan di tubuh PKPI. Sampai saat ini, PKPI Kabupaten Bogor masih solid, bahkan kami terus menggencarkan konsolidasi. Bagi kami, tidak ada kisruh. Itu hanya silang pendapat. Ibaratnya dalam rumah tangga, beda pendapat adahal hal yang wajar. Tapi, tetap bersaudara,” tukas Ketua DPK PKPI Kabupaten Bogor, Denny Maulana mengkomentari konflik di partainya kepada indeksberita.com, Jumat (20/5/2016).

Ia juga membantah isu santer yang menyebutkan adanya perpecahan di tubuh PKPI Kabupaten Bogor. Denny hanya mengamini soal beda pendapat dan hal itu disebutnya sebagai bagian dari iklim berdemokrasi. Ketua DPK PKPI Kabupaten Bogor yang baru ini mengatakan, apa yang dilakukan dengan jajaran pengurus yang terbentuk berdasarkan SK DPP PKPI Jawa Barat SK 01/SKEP/DPP-PKPI Ind/Jabar/2016 itu dimaksudkan untuk tujuan revitalisasi.

“Yang pasti, tidak ada perpecahan, tidak ada perseteruan. Lahirnya SK dari DPP PKPI Jawa Barat itu untuk tujuan pencerahan. Dan, kami, satu sama lain masih merasa bersaudara. Karena, kami lahir dari rahim yang sama, PKPI. Cita-cita kami pun sama, ingin memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara,” tutur Deni.

Informasi dari salah satu sumber di kalangan PKPI Kabupaten Bogor, Ketua DPK PKPI Kabupaten Bogor sebelumnya, Dharmansyah dikabarkan merasa kecewa lahirnya SK DPK PKPI yang dikeluarkan DPP Jawa Barat. Bahkan, disebut-sebut kubu Dharmansyah akan menempuh jalur hukum. Sayangnya, saat media online ini berniat akan mewawancarai, telepon genggamnya diketahui sedang tidak aktif. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait