Sabtu, 10 Desember 22

Dengan Nada Keras, Raul Castro Ingatkan Warganya Waspada Terhadap Niat Amerika

Havana – Presiden Kuba Raul Castro mengingatkan warganya pada bahwa Amerika Serikat bertekad untuk mengakhiri revolusi sosialis Kuba. Castro juga mengatakan bahwa keberadaan satu Partai Komunisme penting untuk mempertahankan sistem.

“Saat ini, kita harus waspada, lebih dari sebelumnya,” kata Castro seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/4/2016), saat berbicara di depan potret raksasa saudaranya Fidel Castro ketika mereskmikan kongres Partai Komunis Kuba, pertama selama lima tahun terkahir ini.
Berpidato selama lebih dari dua jam, Castro menggunakan nada menantang mengatakan bahwa keinginan Obama untuk mengakhiri sanksi AS itu diterima, tapi itu hanya perubahan “metode”. Ia mengacu pada upaya Washington untuk terus berupaya membawa perubahan politik ke Kuba, sejak Castro bersaudara menggulingkan pemerintah Kuba pro-Amerika pimpinan Presiden Fulgencio Batista pada Revolusi 1959.

Obama dan Castro mengumumkan pada Desember 2014, bahwa mereka akan mengakhiri dekade permusuhan dan menormalisasi hubungan antara kedua negara. Tapi dalam perjalanan bersejarah ke Kuba bulan lalu, Obama marah dengan pidato pemerintah yang disiarkan langsung ke rumah-rumah warga Kuba yang menyerukan kebebasan politik dan demokrasi di negara satu partai.
Menjelang kongres, Castro dan para letnannya menghadapi ketidakpuasan anggota muda yang mengkritisi lambatnya mereka melakukan reformasi ekonomi yang dijanjikan dalam lima tahun terakhir, serta kurangnya transparansi untuk mendiskusikan hal itu.

“Arti penting utama dari kongres adalah pesan bahwa kunjungan Obama tidak mengubah apa pun. Untuk mengurangi harapan berlebihan,” kata Bert Hoffman, ahli Amerika Latin di German Institute of Global and Area Studies.
Castro menegaskan kembali komitmen partai terhadap reformasi yang katanya harus dilaksanakan lebih cepat. Namun dia mengatakan Kuba tidak bergerak ke arah kapitalisme sebagaimana model yang dilakukan China dan Vietnam, seraya menekankan pentingnya kepemilikan sosial dan koperasi.
Dia mengaku senang dengan semakin banyaknya jumlah warga Kuba yang terjun menjadi wiraswasta. Tapi ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat sedang mencari untuk mengubahnya menjadi kekuatan oposisi. Obama menghabiskan waktu cukup lama ketika berbicara dengan wiraswasta dan pengusaha selama kunjungannya di Havana, 22/3/2016.

“Kita tidak naif, dan kami menyadari kekuatan eksternal yang kuat yang bercita-cita untuk, seperti yang mereka katakan, ‘memberdayakan’ aktor non-negara untuk menghasilkan agen perubahan dan menyelesaikan revolusi dengan cara lain,” ujar Castro.

Dia mengatakan, dirinya tetap yakin dengan manfaat peningkatan hubungan dengan Amerika Serikat dan berkomitmen untuk mencairkan hubungan diplomatik. Tapi dia tidak percaya janji Obama bahwa Amerika Serikat tidak akan memaksakan perubahan politik atau ekonomi di Kuba.

“Tujuannya sama, hanya metodenya saja yang berubah,” kata Castro, sembari menambahkan bahwa kebijakan migrasi AS yang mendorong warga Kuba untuk membelot adalah “senjata melawan revolusi.”

“Praktik-praktik ini tidak sesuai dengan perubahan yang dinyatakan dalam kebijakan terhadap Kuba, dan ini menyebabkan kesulitan di negara-negara ketiga,” katanya.

Migrasi dari Kuba telah melonjak sejak 2014. Banyak warga Kuba mengambil keuntungan dari kebijakan AS yang memberikan mereka kewarganegaraan segera setelah mereka tiba.

Castro mengatakan sistem satu partai adalah pertahanan terbesar terhadap usaha Washington yang terus mencoba mendominasi Kuba.

“Jika suatu hari mereka berhasil untuk memecah berlah kita, itu akan menjadi awal dari akhir revolusi sosialisme dan kemerdekaan di tanah air kita,” kata Castro dihadapan 1.000 delegasi peserta kongres.

Ia mengingatkan percakapannya dengan seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa Demokrat dan Republik yang begitu mirip layaknya seperti satu partai.

“Ini sama seperti jika kita memiliki dua pihak, Fidel memimpin satu dan saya memimpin lainnya,” candanya disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Castro akan pensiun sebagai presiden pada 2018. Karena itu pada hari terakhir kongres itu akan jelas apakah ia tetap sebagai pemimpin partai sampai 2021, atau apakah kepemimpinannya akan beralih kepada yang lebih muda.

Didirikan pada 1965, Partai Komunis Kuba dipandang lebih kuat daripada pemerintah. Partai ini secara resmi dipimpin oleh Fidel Castro sampai 2011, meskipun Raul Castro secara efektif telah mengambil alih kepemimpinan partai sejak beberapa tahun sebelumnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait