Senin, 15 Agustus 22
Beranda Featured Demo 2 Desember, Gus Mus Pertanyakan Dalil Salat Jumat di Jalan

Demo 2 Desember, Gus Mus Pertanyakan Dalil Salat Jumat di Jalan

0

Rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) yang akan kembali melakukan salat Jumat di jalan sebagai rangkaian aksi demo pada 2 Desember mendatang, memunculkan pandangan beragam dari berbagai pihak, salah satunya dari KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang kerap disapa Gus Mus.

Gus Mus tersebut mengungkapkan ketidaksetujuanya terhadap rencana demonstran yang akan melakukan salat Jum’at di jalanan Ibukota tepatnya di Bundaran HI. Pandangan Kyai yang juga seorang budayawan itu, ia dituangkannya dalam akun Twitter yang sudah terevikasi atas nama @gusmusgusmu, Rabu (23/11)

Dalam tweetnya, Pengasuh Ponpes Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, itu mengungkapkan bahwa jika benar akan dilaksanakanya Sholat Jum’at di jalanan, maka menurutnya itu adalah sebuah Bid’ah yang besar dan dunia Islam pasti heran.

Ia menambahkan bahwa yang ia sampaikan tak ada kaitan dengan politik apapun namun semata-mata adalah rasa tanggung jawabnya terhadap umat atau saudaranya seiman.

“Kalau kabar itu benar, kepada saudara-saudaraku muslim yg percaya bahwa aku tidak punya kepentingan politik apa pun, kuhimbau untuk memikirkan hal ini dg pikiran jernih. Setelah itu silakan anda bebas utk melakukan pilihan anda. Aku hanya merasa bertanggungjawab mengasihi saudaraku,” ungkap Kyai sepuh NU tersebut dalam cuitan di twitternya.

Tak ayal tweet list (TL) Gus Mus tersebut langsung dibanjiri mention dan di retweet ribuan pengikutnya.

Berikut TL Gus Mus yang terpantau oleh Indeks Berita.com dalam akunnya:

@gusmusgusmu 1. Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum’atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar.

@gusmusgusmu 2. Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID’AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran.

@gusmusgusmu 3. Kalau benar, apakah dalil Quran dan Hadisnya? Apakah Rasulullah SAW, para sahabat, dan tãbi’iin pernah melakukannya atau membolehkannya?

@gusmusgusmu 4. Kalau benar, apakah salat TAHIYYATAL MASJID diganti salat TAHIYYATAT THÃRIQ atau TAHIYYATASY SYÃRI’?

@gusmusgusmu 5. Kalau kabar itu benar, kepada saudara2ku muslim yg percaya bahwa aku tdk punya kepentingan politik apa pun, kuhimbau untuk memikirkan hal

@gusmusgusmu 6. ini dg pikiran jernih. Setelah itu silakan anda bebas utk melakukan pilihan anda. Aku hanya merasa bertanggungjawab mengasihi saudaraku.

@gusmusgusmu 7. In uriidu illal ishlãha mãs tatha’tu wamã taufiiqii illa biLlãhil ‘Aliyyil ‘Azhiim..

Gus Mus menambahkan dalam tweet nya, bahwa ia menghormati pihak-pihak yang akan menyampaikan pendapat di muka umum atau demo karena menurutnya dalam sebuah negara demokrasi hal itu sah. Namun yang menjadi poin pandangan Gus Mus adalah Rencana pelaksanaan salat Jumat yang dilakukan di jalanan.

“Demo di negara demokrasi seperti Indonesia ini sah adanya. Tapi poinku, adalah sholat jum’at nya. Demo setelah habis salat Jum’at kan bisa. Ini menurutku bagian dari mengasihi sesama muslim. Kalau ada yang justru merasa lain, aku serahkan kepada Allah yang Maha Tahu,” tulisnya.