Rabu, 6 Juli 22

Dedy Mawardi: Reklamasi Alat untuk Menyerang Jokowi

Kini ada isu baru untuk menyerang Jokowi. Isu baru itu adalah “Reklamasi Teluk Jakarta”. Isu reklamasi alat untuk menyerang Jokowi, datangnya  dari Balaikota Jakarta, dan dikelola dengan lebih baik dan jelas targetnya.

Dirigen serangan dari Balaikota dengan isu Reklamasi Teluk Jakarta ini adalah Sudirman Said (SS). Hal tersebut dinyatakan oleh Dedy Mawardi, Ketua Bidang Hukum DPN Seknas Jokowi.

Dedy menjelaskan, mantan menteri ESDM di Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK, yang kemudian menjadi Tim Sinkronisasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, seolah bicara reklamasi mengatasnamakan “Balaikota”, tetapi sebenarnya ia ingin menyerang Jokowi. “SS sepertinya ingin isu Reklamasi Teluk Jakarta menjadi amunisi baru untuk menyerang Jokowi ditengah desakan kelompok masyarakat kepada KPK dan Polri agar kasus Reklamasi Teluk Jakarta diproses secara hukum,” kata Dedy.

Pernyataan Sudirman Said di media yang kemudian diviralkan di media sosial, menurut Dedy sangat jelas arahnya, SS ingin menunjuk bahwa persoalan rumitnya Reklamasi Teluk Jakarta, adalah tanggung jawab Jokowi pada saat menjabat sebagai Gubernur.

“Jokowi sendiri telah membantah dengan tegas tudingan SS bahwa Pergub Nomor 146 Tahun 2014 yang ia keluarkan sebagai aturan perizinan reklamasi. Pernyataan Jokowi tentang Pergub 146 yang ditekennya saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta itu hanyalah petunjuk teknis Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan izin reklamasi. Bukan memberi izin untuk reklamasi teluk jakarta,” urai Dedy.

Dedy menegaskan, jika isu-isu sebelumnya dirijennya banyak sembunyi dibalik medsos. Kini isu reklamasi dirijennya jelas yakni mantan menteri. Tempat menyerangnya pun lebih dekat dengan Istana Negara. Tapi iya yakin Jokowi tidak terganggu dengan hal tersebut.

“Memainkan isu Reklamasi Teluk Jakarta untuk menyerang Jokowi, mungkin kelihatannya lebih intelek dibanding isu-isu lain yg diarahkan kepada Jokowi selama ini. Tapi menurut saya, isu Reklamasi Teluk Jakarta ini dianggap tidak penting oleh Jokowi. Ada pekerjaaan yang lebih penting bagi Jokowi yakni mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyat untuk terus membangun Indonesia yang lebih adil, merata dan sejahtera,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait