Rabu, 30 November 22

Danlanal Nunukan: ISIS Keluar Masuk Nunukan Adalah Hal Yang Sangat Memungkinkan

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia baik darat atau laut, potensi keluar dan masuknya kelompok-kelompok kontra Pancasila dan NKRI adalah hal sangat memungkinkan. Apalagi dengan semakin terdesaknya Maute (kelompok militan yang berbaiat kepada ISIS), maka status wilayah Nunukan sudah dalam kewaspadaan. Hal tersebut dituturkan oleh Komandan Pangkalan TNI AL/Danlanal Nunukan, Let Kol Laut (p) Ari Aryono kepada indeksberita.com, Rabu (7/6/2017) di Nunukan.

“Pasca kejadian di Marawi dimungkinkan kelompok Maute terdesak dan mencari celah untuk  keluar dari Marawi. Karena  akses yang paling mudah adalah lewat laut, maka ini sudah pasti menjadi kewajiban kami untuk menghadang mereka memasuki Nunukan,” papar Danlanal Nunukan Ari Aryono kepada indeksberita.com.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Ari, pihaknya juga tidak hanya menyiagakan Pasukan dengan operasi laut, namun juga kita lakukan counter terorisme secara mandiri ataupun bersama-sama unsur TNI, Polri dan Instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan, pengamanan dan pemeriksaan kepada para pemakai transportasi laut yang keluar masuk ke Malaysia lewat Nunukan.

Ari juga menuturkan bahwa sebagai bagian dari counter terorisme, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi anti terorisme sekaligus pembinaan Bela Negara terhadap masyarakat perbatasan dan khususnya yang berprofesi sebagai nelayan.

Danlanal menunjukan pamflet DPO Militan Maute yang berasal dari IndonesiaDanlanal Nunukan tunjukan pamflet DPO Militan Maute yang berasal dari Indonesia

“Sosialisasi dilakukan di beberapa tempat seperti Dermaga KSOP Sebatik, juga Pos AL Sei Pancang. Ini kita lakukan agar seluruh lapisan masyarakat bahu membahu mencegah masuknya kelompok militan Maute Marawi dari Piliphina atau kelompok-kelompok kontra NKRI lainya di wilayah perbatasan Sebatik. Dan termasuk pemasangan pamflet DPO Militan Maute yang berasal dari Indonesia” imbuhnya.

Lebih lanjut menurut Ari, karena Terorisme merupakan kejahatan terhadap negara, maka pihaknya berharap agar semua komponen bangsa dapat bersatu untuk menghadang faham-faham Radikalisme maupun faham lain yang bertentangan dengan 4 Pilar Kebangsaan karena Radikalisme adalah potensi besar menuju aksi Terorisme.

Menanggapi makin menjamurnya pemberitaan yang jauh dari fakta (hoax), Ari juga mengharapkan agar masyarakat cerdas dalam bermedia sosial dan tidak gampang melakukan share berita tanpa cek & ricek terlebih dahulu.

“Salah satu metode kelompok-kelompok yang anti Pancasila dan NKRI adalah melakukan propaganda melalui media sosial. Untuk itu, kiranya masyarakat dapat cerdas dalam menggunakan jejaring sosial,terutama dalam menyikapi atau membagikan berita,agar ditelaah dulu kebenaranya,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait