Rabu, 30 November 22

Dailami Firdaus DPD RI: Segera Antisipasi Dampak Krisis Qatar

Krisis yang terjadi di Qatar, terkait pemutusan hubungan diplonatik tujuh negara di Wilayah Timur Tengah dengan negara tersebut, menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPRD ini, juga meminta pemerintah mengantisipasi dampak krisis Qatar terhadap Indonesia.

Menurutnya, antisipasi penting mengingat cukup banyak warga negara Indonesia yang bekerja di Qatar. Hal tersebut disampaikan Dailami saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (8/6).

“Sekitar 40.000 warga Indonesia di Qatar, sudah seharusnya negara memberikan perlindungan yang diperlukan kepada mereka,” tegas anggota DPD RI 2014-2019 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta ini.

Tujuh negara yang telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar adalah Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Libia, dan Uni Emirat Arab, Maladewa dan Yaman. Dengan adanya pemutusan diplomatik tersebut, maskapai penerbangan dari Qatar atau wilayah Qatar tidak bisa melewati wilayah udara Saudi Arabia, Emirat Arab maupun Bahrain.  Jadi hanya ada satu akses menuju ke dan dari Qatar yaitu dari jalur utara melalui Iran dan Iraq.

Hal tersebut, menurut ┬áSenator Dailami, akan berdampak pada sektor perjalanan umroh. “Harus segera pula diantisipasi perjalanan umroh ke Tanah Suci yang menggunakan penerbangan Qatar Airways maupun penerbangan melalui Bandara Internasional Doha,” kata Senator Dailami.

Dailami juga meminta agar pemerintah melakukan langkah terpadu untuk mengatasi dampak krisis. Menurutnya, Kemenlu segera mengkordinasikan langkah terpadu untuk melindungi warga.

“Saya menyerukan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengkoordinasikan langkah-langkah terpadu dalam rangka perlindungan warga Indonesia yang ada di Qatar, maupun dampak krisis lainnya, bersama departemen atau lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat,” lanjut Senator Dailami.

Senator Dailami berharap situasi ini dapat diselesaikan melalui dialog dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati berbagai pihak, karena krisis diplomatik yang berlarut-larut tidak hanya mengganggu stabilitas wilayah Timur Tengah, tetapi juga kepentingan nasional Indonesia di wilayah Teluk Persia dan Timur Tengah pada umumnya.

Untuk diketahui, telah terjadi krisis politik di kawasan Timur Tengah, dimana ada tujuh negara secara serentak memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Kantor berita SPA milik negara Saudi menuduh Qatar karena mendukung kelompok teroris dan kelompok militan, yang tujuannya menganggu stabilitas kawasan. Adapun kepompok yang diidentifikasi sebagai kelompok teroris oleh SPA, yaitu Ikhwanul Muslimin, ISIS dan al-Qaida. Qatar dianggap mempromosikan pesan dan rencana jahat kelompok-kelompok tersebut secara rutin.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait