Minggu, 14 Agustus 22

Dahlan Tolak Dakwaan Jaksa, Yusril Siapkan Eksepsi

Sidoarjo – Terdakwa Dahlan Iskan menyebut, jaksa membuat dakwaan untuk dirinya terlalu terburu dan dipaksakan. Hal tersebut disampaikan Dahlan Iskan setelah mendengar pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum yang menyebutkan, bahwa Dahlan selaku Dirut Utama PT Panca Wira Usaha (PWU) tahun 2000-2010, dinilai menyalahgunakan jabatan atau wewenangnya sehingga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau sebuah korporasi.

“Akibatnya negara dirugikan Rp 11 miliar,” kata ketua tim jaksa penuntut umum, I Nyoman Sucitrawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Selasa, (6/12/2016).

Surat dakwaan setebal 22 halaman tersebut, jaksa juga menyebutkan, mekanisme penjualan aset PT PWU tidak sesuai prosedur dan nilai jualnya di bawah nilai jual objek pajak (NJOP) atau harga pasar saat itu. “Penjualan dua aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung tidak ada persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dan Keputusan Gubernur Jawa Timur saat itu, “ ujar I Nyoman Sucitrawati di depan majelis hakim yang diketuai Tahsin.

Atas perbuatannya tersebut, jaksa mendakwa Dahlan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah mendengar pembacaan dakwaan, Dahlan langsung menyatakan menolak secara keseluruhan. “Keseluruhan saya tolak,” kata Dahlan di hadapan majelis hakim. Menurut Dahlan, penjualan aset PT PWU tidak perlu mendapat persetujuan DPRD, karena aset tersebut bukan aset daerah melainkan aset perusahaan. Meski begitu, Dahlan mengaku sudah meminta izin DPRD . “Pihak DPRD Provinsi Jawa Timur sendiri sudah memberikan jawaban, “ Dahlan menyampaikan.

“Dakwaan dibuat secara terburu-buru dan dipaksakan, saya tahu mengapa dakwaan dibuat demikian, karena itu saya menolak semua dakwaan jaksa,” lanjut Dahlan.

Sementara itu, Ketua tim penasehat hukum Dahlan, Yusril Ihza Mahendra menyatakan, pihaknya akan menyampaikan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa penuntut umum di persidangan pekan depan. Menurut Yusril, nota keberatan itu akan disampaikan dalam dua format. “Eksepsinya nanti dibacakan oleh tim penasehat hukum dan Pak Dahlan sendiri,” kata Yusril.

Sidang perkara Dahlan akan dilanjutkan Selasa pekan depan dengan agenda pembacaan keberatan atau eksepsi terdakwa atas dakwaan jaksa kepada Dahlan Iskan.

Dahlan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aset PT PWU berdasarkan surat perintah penyidikan bernomor Print-1198/O.5/Fd.1/10/2016 tertanggal 27 Oktober 2016.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait