Selasa, 6 Desember 22
Beranda Featured Daging Sapi Masih Mahal, HKTI Siap Genjot OPM

Daging Sapi Masih Mahal, HKTI Siap Genjot OPM

0

BOGOR – Meski Senin (20/6/2016) lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor sudah mendistribusikan 10 ribu paket dalam Operasi Pasar Murah (OPM) yang secara resmi dibuka oleh Walikota Bogor Bima Arya di Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat. Namun, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional tak juga kunjung turun. Pantauan indeksberita.com di Pasar Bogor, Pasar Jambu Dua dan Pasar Anyar kisaran harga daging sapi masih tetap bertenger di kisaran harga Rp120 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram.

Pedagang Pasar Anyar, Anwar (50) saat diwawancarai mengatakan, lonjakan harga daging sapi berawal sejak awal Ramadan dan hingga saat ini masih belum memperlihatkan tanda penurunan.

“Dimulai pertama puasa harga sudah mencapai Rp120 ribu dan sekarang Rp130 ribu,” tukasnya, Kamis (23/6/2016).

Dia memprediksi, harga daging sapi akan merangkak naik mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Seperti Lebaran tahun-tahun lalu, seminggu sebelumnya kemungkinan akan naik lagi. Mungkin bisa mencapai Rp140 ribu atau Rp150 ribu. Soalnya, meski harga daging sapi naik, masih akan tetap laku juga kok,” ujarnya.

Keterangan senada juga disampaikan pedagang Pasar Bogor, Husin (40). Sejumlah pedagang penjual daging sapi dilingkungannya umumnya mematok angka yang sama Rp123 ribu hingga Rp130 ribu.

“Belum ada penurunan soal daging sapi. Menurut saya, akan sangat sulit menurunkan harga pasar. Sebab, hal ini seperti sudah jadi tradisi tahunan. Walaupun operasi pasar digencarkan, perkiraan saya tidak akan mempengaruhi harga sewaktu mendekati Lebaran,” ucapnya.

Pada bagian lain, salah satu perwakilan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusirwan mengatakan, sekitar 2 Juli mendatang pihaknya akan menggelar OPM di Kota Bogor dengan menjual harga daging sapi dibawah pasaran seharga Rp75 ribu per kilogram.

“Terkait tempat saat ini masih akan dalam pembahasan dan rencananya kita OPM nanti akan dihadiri Ketua HKTI, Usman Sapta Odang. OPM ini tujuannya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan daging sapi jelang Lebaran. Jumlah daging sapi yang akan kita jual lebih kurang sebanyak 2000 hingga 3000 kantung, dimana per kantungnya berkuantitas 1 kilogram,” ujarnya.

Dikatakan Nursirwan, sesuai dengan permintaan pasar, agar harga daging di pasar dapat turun, pemerintah idealnya lebih banyak memotong sapi, jadi tidak hanya sekedar mengimpor daging beku yang saat ini di sejumlah supermarket dijual dengan harga Rp90 ribu.

“Semakin banyak sapi yang akan dipotong, makin banyak stok daging sapi segar dan akan semakin murah. Setidaknya melaluai OPM, kami dari HKTI akan berupaya campur tangan untuk meringankan pembeli sambut Lebaran dengan  mendapatkan harga daging sapi murah. Sebelum di Kota Bogor, OPM ini juga sudah kami lakukan di sejumlah tempat di Jakarta, Tangerang,” tutupnya. (eko)