Curug Sawer, Wisata Air Terjun di Tengah Pematang Sawah

0
1823

Kabupaten Bogor boleh dibilang kaya tempat wisata alam seperti air terjun atau yang kerap disebut curug. Dari sekian banyak air terjun yang ada disejumlah tempat tersebar, Curug Sawer di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya memang belum begitu populer. Meski memiliki pesona wisata air, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bogor terkesan masih mengabaikan Curug Sawer. Terbukti, tidak adanya fasilitas wisata yang membuat nyaman pengunjung di lokasi tersebut.

Air terjun setinggi 30 meter ini berada di tengah pematang sawah dan hanya ramai dikunjungi saat akhir pekan. Tidak ada pungutan tiket masuk alias gratis. Untuk dapat memasuki area ini, pengunjung harus melewati Jalan Gadog Sisi dan memarkir kendaraan roda empat atau roda dua di lokasi tersebut. Sebab, buruknya jalan yang masih dipenuhi bebatuan dan lebar hanya 1 meter, serta menanjak, tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

curug sawer 2

Indeksberita.com saat akan menuju ke Curug Sawer harus berjalan kaki seperti pengunjung lainnya. Jarak tempuh yang harus dilalui terbilang melelahkan, sekitar 1 kilometer dan berliku-liku melalui Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Track yang dilalui cukup panjang, sekitar 25-30 menit karena jalan licin, ditambah hujan gerimis yang menghadang. Setelah sampai di lokasi, keletihan pun terobati dengan pemandangan alam yang indah. Sejauh mata memandang, terlihat keindahan Curug Sawer diantara hamparan sawah yang menghijau dan iklim dingin pegunungan yang menyejukan. Untuk mencapai Curug Sawer, pengunjung tinggal menuruni jalan setapak sekitar 100 meter.

Sebutan Curug Sawer menurut warga setempat, ada dua versi. Dari cerita mulut ke mulut, istilah Curug Sawer berawal dari sebutan air dari ketinggian yang kerap menciprat, lalu dinamakan Curug Sawer.

curug sawer 3 edt

“Versi lain, sebutan itu berasal dari kesenian jaipongannya. Karena, banyak orang nyawer (memberi uang) maka curug tersebut dinamakan dengan Curug Sawer,” tukas Martin Trianto (30), warga Kampung Cikareo, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/9/2016).

Masih menurutnya, Curug Sawer setiap panen raya yang jatuh pada 1 Muharam selalu dilakukan ritual ruwatan dengan menggelar wayang golek di lokasi dekat air terjun. Tujuannya, untuk menghindari warga dari petaka dan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ruwatan ini sudah dari dulu, dan sampai kini masih terus dilakukan. Hajatan wayang golek tersebut dananya berasal dari gotong royong warga disekitar air terjun. Jarak dari air terjun ke perkampungan warga cukup jauh memang. Sekitar 1 kilometer,” tukasnya.

Dulu, lokasi air terjun ini dikenal warga sekitar sangat angker. Sebab, sebelumnya lokasi tersebut dikelilingi hutan-hutan bambu. Beragam cerita seram membuat banyak orang jarang yang berkunjung.

“Tapi, itu dulu. Sekarang tidak lagi. Kalau sebelumnya, sering dikait-kaitkan dengan cerita mistis, seperti hadirnya macan putih disekitar air terjun hingga penampakan mistis. Kalau, sekarang, sudah tidak terdengar lagi. Mungkin, karena sudah mulai banyak pengunjung,” tuntas Martin kepada media online ini. (eko)