Sabtu, 10 Desember 22

Coba jual perkara, oknum Jaksa minta Rp 100 juta

BOGOR – Praktik mafia peradilan di lingkungan penegak hukum di Kota Bogor disinyalir masih terjadi. Seorang ibu yang anaknya tersandung kasus narkoba, dirinya nyaris menjadi korban pemerasan jual beli perkara.

“Saya pernah diminta uang Rp100 juta oleh oknum jaksa penuntut di Kejaksaan Negeri Bogor. Saya menolak dan tidak memberikan apa yang diminta oknum itu. Tapi, saya mohon jangan buka identitas saya dan oknum jaksa tersebut ya kang. Karena, saya tidak ingin berurusan dengan hukum. Apalagi, saya sudah cukup terbebani dengan masalah persidangan anak saya yang sampai saat ini belum selesai,” tukas Ny I (45) yang minta namanya dirahasiakan kepada indeksberita.com, Selasa (16/2/2016).

Dengan mengulang perkataan, agar tidak dituliskan namanya, ia mewanti-wanti, agar nantinya tidak ada korban pemerasan jaksa. Ia mengatakan, berani diangkat sumpah, apa yang disampaikannya tidak mengada-ada.

“Anak saya (nama terkait diminta Ny I dirahasiakan) tersandung kasus hukum narkoba dan saat ini masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bogor. Saat itu, Senin (11/1/2016), pukul 10.00 WIB, saya diminta oknum jaksa datang ke ruangannya di Kejaksaan Negeri Bogor. Saya datang bersama adik saya,” tuturnya.

Selanjutnya, oknum jaksa berinisial B tersebut minta agar dirinya mendekat agar pesannya tidak terdengar dan guna menghindari upaya direkam oleh adik Ny I.

“Pak jaksa itu kemudian di secarik kertas menuliskan angka seratus juta. Tapi, kertas itu tidak diberikan ke saya. Kemudian, saya bilang ke oknum jaksa tersebut, iya nanti akan dirundingkan dengan keluarga,” paparnya.

Sesampai di rumah dan berunding dengan keluarga, Ny I merasa nyaris jadi sapi perah oknum jaksa tersebut.

“Saya pun memutuskan, tidak akan memberi uang kepada oknum jaksa. Sebab, saya sendiri tidak punya uang sebanyak itu. Saya pun pasrah, soal anak saya, biar hukum yang bicara karena saya menghormati hukum. Saya ceritakan ini bukan untuk membuka borok oknum jaksa atau ingin mempersoalkan ketidakadilan juga mengadukan. Melainkan, agar jangan ada orang jadi korban oknum penegak hukum,” tuntasnya. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait