Minggu, 26 Juni 22

Karena Celana SpongeBob, Seorang Pesepak Bola Iran Merana

Teheran – Di banyak tempat mungkin tak ada hubungan sama sekali antara tokoh kartun SpongeBob SquarePants dengan sepak bola. Tapi di Iran, berlaku sebaliknya. Hubungan itu ada dan nyata.

Di negeri para Mullah itu, seorang pesepak bola Iran diganjar sanksi larangan bermain selama enam bulan oleh Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), “hanya” karena foto tersebar di dunia maya.
Pesepak bola naas itu bernama Sosha Makani (29 tahun). Dia tercatat pernah memperkuat timnas Iran di Piala Dunia 2014 dan saat ini bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Persepolis di Liga Iran.

Dalam foto yang itu, Makani mengenakan kemeja biru ketat dan celana kuning bermotif SpongeBob lengkap dengan totol hitam pori-porinya.
“Celana SpongeBob membuat Sosha dilarang bermain selama enam bulan,” tulis kantor berita Asriran.
Menurut komite moral Federasi Sepak Bola Iran, Makani dihukum karena melakukan perilaku tak pantas dengan pakaiannya itu.

Hal yang tambah memberatkan hukumannya, Makani berulang kali mangkir dari panggilan komite untuk menjelaskan cara berpakaiannya itu.

“Kami membuat keputusan ini berdasarkan cara berpakaian anggota tim nasional sepak bola ini dan dampaknya terhadap masyarakat,” kata seorang pejabat komite yang tak mau disebut namanya seperti dikutip Asriran.

Foto Makani yang mengenakan celana panjang berwarna kuning cerah itu pertama kali muncul di dunia maya pada 6 Mei lalu.

Sontak, foto itu jadi bahan olok-olok di sejumlah media Iran. Mereka bahkan mengasosiasikan Makani dengan Spongebob.

Awal tahun ini, juru bicara Federasi Sepak Bola Iran, Hojatoleslam Alireza Alipour , kepada kantor berita Tasnim mengatakan, para tokoh publik harus menjaga perilaku mereka.

“Mereka, sadar atau tidak, adalah panutan bagi para pemuda,” ujar Hojatoleslam.

Sejauh ini tak jelas diketahui apakah hukuman larangan bermain itu juga terkait dengan penahanan Makani pada Januari lalu. Saat itu dia sempat ditahan di penjara Evin, Teheran, setelah fotonya bersama seorang perempuan berpakaian terbuka juga beredar di dunia maya.

Namun, Guardian melaporkan bahwa banyak pihak yang merasa bingung dan kesal dengan keputusan FFIRI. Mereka meminta Makani dibebaskan karena menilai federasi yang telah berdiri sejak 1920 tersebut tidak berhak mengatur cara berpakaian pemain dan sudah terlalu jauh mencampuri urusan pribadi seseorang.

Sebagai informasi, karakter-karakter fiksi asal Amerika Serikat seperti Mickey Mouse dan Barbie, memang mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah Iran.

Belum ada pernyataan resmi apapun dari Makani terkait hukuman ini. Namun FFIRI membolehkannya untuk mengajukan banding.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait