Kamis, 29 September 22

Candi Ratu Boko

Pada umumnya masyarakat mengenal Jl. Malioboro sebagai situs wisata belanja yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan buah tangan atau Taman Pintar sebagai situs rekreasi dan belajar untuk buah hati tercinta. Namun tahukah anda bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan banyak situs pariwisata didalamnya? Tidak hanya indah, namun juga kaya akan nilai filosofis dan sejarah.

Dalam tajuk ini, Indeks Berita Indeks Berita mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi setiap situs-situs wisata menarik di Jantung Kota Pelajar. Dituju kepada; pembaca Indeksberita.com/ yang setia, khususnya pelancong yang saat ini sedang berada di regional DIY.

Wisata Sejarah Peninggalan Rakai Pangkaran (746-784 Masehi)

Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur yang terletak di Magelang dan Candi Prambanan yang terletak di Klaten? Mungkin sebagian besar pembaca artikel ini sudah pernah menginjakan kakinya disana. Lalu, pernahkah anda mendengar Candi Ratu Boko?

Dinamakan candi, namun tidak terlihat seperti candi, reruntuhan Ratu Boko atau Ratu Baka justru lebih mirip layaknya bekas komplek istana. Tidak jarang masyarakat menyebutnya sebagai Keraton. Terletak diantara Desa Dawung dan Desa Sambireja Kabupaten Sleman, Keraton Ratu Boko terletak diatas bukit, kurang lebih 200 meter diatas laut.

Dibangun pada masa pemenerintahan Rakai Panangkaran, Areal istana seluas 250.000 meter persegi ini dimiliki oleh Raja Mataram Kuno bernama Prabu Boko yang juga diyakini sebagai ayah dari legenda Roro Jongrang yaitu Candi Prambanan. Tidak heran bahwa letak Candi Prambanan dengan Keraton ini terbilang dekat dan dapat ditempuh selama 20 menit dengan jarak 4,4 km saja.

Karena keraton terletak diatas bukit, dari tempat parkir hingga menuju loket, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga yang terbuat dari batu kali. Dari loket menuju puncak bukit juga ditempuh dengan tangga. Meski dipastikan nantinya akan menguras keringat, usaha yang ditempuh menuju reruntuhan komplek tidak akan terbuang dengan percuma, pendaki akan disambut pemandangan yang indah dari Gunung Merapi dan Candi Perambanan dari atas bukit. Disamping itu, di puncak bukit disediakan beberapa gajebo yang dapat digunakan untuk bersantai dan menghilangkan lelah.

Setelah mencapai puncak bukit, pengunjung akan bertemu dengan dua pintu gerbang megah menuju reruntuhan komplek keraton. Lagi-lagi diakses dengan menyusuri tangga, tetapi sabar, jumlah anak tangga ini tidak terlalu banyak kok. Yang paling penting bukanlah memastikan persediaan perbekalan air atau inhaler bagi mereka yang mengidap asma, melainkan ketersediaan baterai kamera atau handphone, karena terdapat banyak latar belakang bagus untuk berfoto hingga berselfi. Banyak rumor mengatakan bahwa Keraton Ratu Boko adalah tempat yang tepat untuk melihat matahari terbenam.

 

Situs wisata ini dikelola oleh BUMN PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko dengan sangat baik. Pengunjung tidak perlu takut, situs ini menyediakan dua toilet bersih dan nyaman yang terletak diatas bukit dan didekat loket tiket. Bahkan, terdapat restaurant sampai dengan toko cinderamata di dekat loket. Harga tiket masuk Keraton Ratu Boko masih dapat dijangkau, dengan Rp.25.000,-/ orang, stok foto untuk dibagikan pada jejaring sosial dapat anda peroleh.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait